Breaking News:

BAST Aceh Rintis Wisata Arsip

Unit Pelaksana Teknis Balai Arsip Statis dan Tsunami (UPT BAST) Aceh kini sedang merintis program wisata arsip yang kelak akan ditawarkan

SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Kepala UPT Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Aceh, Muhammad Ihsan MSi membuka resmi Pelatihan Teknik Menulis Reportase bagi Arsiparis, Pegawai, dan Tenaga Kontrak di Lingkungan BAST Aceh di aula balai tersebut, Jumat (19/2/2021) pagi, seusai senam kesegaran jasmani. 

BANDA ACEH - Unit Pelaksana Teknis Balai Arsip Statis dan Tsunami (UPT BAST) Aceh kini sedang merintis program wisata arsip yang kelak akan ditawarkan untuk lingkup lokal, nasional, dan internasional. Melalui program ini diharapkan akan banyak turis, akademisi, dan peneliti yang datang ke Aceh untuk menimba pengetahuan tentang bagaimana arsip tsunami dikelola dan dimanfaatkan.

Hal itu diungkapkan Kepala BAST Aceh, Muhammad Ihwan SSos MSi saat membuka resmi Pelatihan Teknis Penulisan Reportase bagi Arsiparis, Pegawai, dan Tenaga Kontrak di Lingkungan BAST Aceh, Jumat (19/2/2021) pagi hingga petang.

Ihwan mengatakan bahwa di seluruh Indonesia hanya ada satu BAST, itulah yang ada di Aceh, tepatnya di kawasan Bakoi, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Lembaga ini berdiri sejak 2009 di bawah manajemen Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan mandat utama melaksanakan akuisisi, pengolahan, preservasi, serta layanan dan pemanfaatan arsip statis lembaga negara tingkat pusat di daerah seluruh Indonesia dan arsip tsunami.

Dengan mandat yang demikian, kata Ihwan, maka balai yang dipimpinnya harus menjadi pusat arsip statis dan arsip tsunami yang lingkup kerjanya se-Indonesia dan berkedudukan di Aceh Besar.

“Kita sedang menyiapkan segala sesuatunya terkait arsip fisik, video, film, compact disk, diorama, studio, khazanah, ruang display, ruang teater, dan lainnya untuk mendukung rencana kita merealisasikan wisata arsip mulai tahun ini,” kata Ihwan yang baru beberapa bulan bertugas di Aceh.

Kelak, paket wisata arsip tersebut akan dipasarkan di tingkat nasional dan internasional, sehingga akan menarik minat berbagai pihak untuk berkunjung ke Aceh. Termasuk untuk mempelajari arsip-arsip Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias yang tersimpan di gedung tersebut.

Pendeknya, kata Ihwan, siapa pun di wilayah Indonesia atau dari luar negeri yang ingin mengkaji arsip statis terkait tsunami, maka ia bisa mendapatkan bahannya di BAST Aceh. “Arsip yang tersimpan di gedung ini akan dimanfaatkan sebagai bahan studi mengenai penanganan bencana alam, khususnya bencana tsunami,” kata Ihwan.

Dalam kaitan itulah, menurutnya, sangat penting bagi para arsiparis untuk memiliki keterampilan menulis, sehingga mereka dapat mempromosikan kepada publik manfaat dari kehadiran UPT BAST di Aceh.

“Untuk itulah hari ini, kita undang khusus narasumber, Yarmen Dinamika dari Serambi Indonesia, guna mengajar para arsiparis dan pegawai lainnya terampil menulis dan karya mereka kelak akan membuat BAST lebih dikenal di tingkat nasional, maupun mancanegara,” ujar Ihwan.

Selain mengajar menulis, dalam pelatihan itu juga dilakukan evaluasi terhadap konten dan tata wajah Haba BAST, media online yang dikelola oleh sejumlah pegawai BAST Aceh.

Perlu juga diketahui bahwa pada 5 Desember 2019 ANRI meresmikan Smart Building Repository Gedung Depot Arsip BAST. Pembangunan gedung depot arsip yang menerapkan konsep ‘smart building’ itu diharapkan dapat menjadi tempat penyimpanan yang aman dalam mengelola arsip yang berisi informasi mengenai peristiwa dan penanganan bencana tsunami Aceh tahun 2004.

Arsip yang tersimpan pada gedung ini akan dimanfaatkan sebagai bahan studi mengenai penanganan bencana alam, khususnya bencana tsunami. Fasilitas publik yang tersedia dalam gedung ini, antara lain, Ruang Layanan Informasi Arsip, Ruang Teater, dan Ruang Pameran.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved