Breaking News:

Berita Nagan Raya

DPRA Turun ke Nagan Raya Untuk Pastikan Ikan Mati Mendadak

Dua anggota DPRA turun ke Dusun Gagak, Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Jumat (19/2/2021) sore

Dok. DLH Nagan Raya
Tim DPRA didampingi DLH Nagan Raya turun ke Krueng Alue Gajah, Lamie, Darul Makmur, Jumat (19/2/2021) sore 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Dua anggota DPRA turun ke Dusun Gagak, Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Jumat (19/2/2021) sore.

Tim dewan yang turun Irfan Mesir dan Zaini turut didampingi tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya yakni Kabid Amda Jufrizal, Kabid Pengawasan DLH Samsul Kamal. 

Tim turun setelah sebelumnya ditemukan ribuan ikan mati di Krueng Alue Gajah di dusun tersebut pada Senin 15 Februari 2021.

Anggota DPRA melihat langsung kondisi ikan yang masih ditemukan mati.

Baca juga: Mobil Angkut Alat Pelaminan Terbakar di Nagan Raya, Asap Keluar di Bawah Jok dan Muncul Percikan Api

DPRA selain ke lokasi tersebut juga turun ke sebuah perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya memastikan informasi pencemaran limbah.

Anggota DPRA di depan tim DLH menyatakan, bahwa mereka setelah pulang ini akan melakukan rapat dengar pendapat (RPD) dengan dinas terkait di Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya.

Kabid Amdal DLH Nagan Raya, Jufrizal kepada Serambinews.com, Sabtu (20/2/2021) mengatakan, turun tim DPRA guna memastikan laporan ribuan ikan mati mendadak.

"DPRA menyampaikan mereka akan melakukan RPD," katanya.

DLH Nagan Raya terkait laporan ikan mata sudah turun dan mengambil sampel.

"Sampel bangkai sudah kami kirim ke Labor di Banda Aceh," jelasnya.

Baca juga: Arab Dianggap Sebagai Penjajah Negeri dan Membahayakan, Begini Tanggapan Buya Yahya

Jufrizal mengaku hasil sampel sejauh ini belum keluar.

Selain sampel ikan mati juga dikirim air guna memastikan apakah mati karena faktor pencemaran limbah atau penyebab lainnya.

Kabid Amdal DLH Nagan Raya kembali mengingatkan perusahaan yang beroperasi untuk kembali mematuhi amdal yang telah mereka susun sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.(*)

Baca juga: Rasakan Keanehan di Rumah, Pasutri Ini Segera Periksa CCTV Pukul 3 Pagi, Ada Sosok ‘Hantu Pengantin’

Penulis: Rizwan
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved