Hari Peduli Sampah
Wakil Wali Kota Langsa Sebut Ikan di Laut Terancam Punah Akibat Sampah Plastik
Wakil Wali Kota menambahkan, sampah juga plastik sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup ikan dan binatang air lainnya yang ada di laut dan sungai.
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zubir I Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Wakil Wali Kota Langsa Dr H Marzuki Hamid MM menyebutkan beradaan ikan di laut terancam punah jika terus-menerus dikotori sampah plastik beracun.
Marzuki Hamid mengajak masyarakat peduli sampah dengan membuang sampah pada tempatnya.
Sehingga sampah terutama sampah plastik kimia bisa dikendalikan.
"Mari kita membiasakan hidup sehat dan membuang sampah pada tempatnya, karena sampah adalah sumber penyakit," ujar Marzuki Hamid, saat melakukan gotong royong di Gampong Alua Dua Bakaran Batu, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (21/2/2021).
Wakil Walikota bersama ratusan masyarakat, perangkat Gampong dan dinas terkait, melakukan pengutipan sampah di lingkungan permukiman, dan ambrol (tong sampah besar) di Gampong Alua Dua Bakaran Batee.
"Momen Peringati Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021 ini mari kita bangkitkan gaya hidup bersih dan menjaga lingkungan bebas dari sampah. Karena sampah akan membawa sumber penyakit pada diri kita," ujarnya Marzuki Hamid.
Wakil Wali Kota menambahkan, sampah juga plastik sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup ikan dan binatang air lainnya yang ada di laut dan sungai.
• Para Ahli Minta Pemerintah dan BPOM Menghentikan Vaksin Nusantara, Ini 2 Alasannya
• Karpet Lantai Mobil Jadi Petunjuk, Kasus Pembunuhan Pelajar SMP Terungkap
• Viral Nenek Jadi Model, Videonya Ditonton 14 Juta Kali, Begini Kisahnya
Sebab, sampah plastik tesebut terbuat dari bahan kimia dan otomatis bersifat beracun, sehingga keberadaan sampah yang tidak membusuk ini akan membunuh biantang apa saja.
Selain itu, jika laut terus-menerus dikotori sampah, maka lambat laun ikan di laut pun akan punah dengan sendirinya, karena tidak ada lagi perkembangbiakan ikan tersebut.
Maka, persoalan sampah ini harus menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah saja tidak mungkin bisa mengatasi persoalan sampah ini, jika masyarakat dan pihak lainnya tak mau peduli.
"Apabila ikan tidak ada lagi di laut, kita akan makan apalagi ke depan. Sampah plastik terbuat dari bahan kimia, sampah ini cukup membahayakan kelangsungan hidup binatang laut," paparnya.
Maka dari itu, Wakil Wali Kota berharap kepada masyarakat agar sampah plastik rumah tangga dibuang pada tong sampah yang telah disediakan, agar sampah plastik ini tidak berterbangan.
Sampah plastik yang dibuang sembarangan atau bukan pada tempatnya, otomatis bisa terbawa angin ke saluran dan bermuara ke sungai, serta akhirnya sampah ini akan terbawa oleh air ke laut.
Dikatakan Marzuki Hamid, selama ini ada juga oknum masyarakat membuang sampah ke ambril tapi bukan ke dalam ambrul, sehingga sampah berserakan di sekitar ambrul.
"Selain itu masyarakat juga diminta agar membuang sampah pada tong sampah atau ambrul sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak terkait, jangan di luar jadwal tersebut," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Marzuki Hamid juga meminta masyarajat, perangkat gampong, dan stakeholder lainnya bersama pemerintah setempat agar terus menggalakkan lingkungan terbebas dari sampah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/viral-ikan-arapaima-sebesar-manusia-mati-dengan-kondisi-hamil-perut-terlilit-sampah-plastik.jpg)