Breaking News:

Berita Aceh Barat

Air Krueng Woyla Keruh di Musim Kemarau, Warga Duga Ada Aktivitas Ini di Hulu Sungai

Penyelidikan ini, sebut dia, penting dilakukan untuk mengetahui apakah keruhnya air sungai akibat aktivitas tambang emas di hulu sungai.

Foto kiriman Amirudin
Dua orang anak menatap air Krueng Woyla yang keruh di kawasan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (23/2/2020). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Warga di Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat mengeluhkan kondisi daerah aliran sungai (DAS) Krueng Woyla yang terus keruh berbulan-bulan seperti air di musim banjir.

Kondisi tersebut membuat warga di kawasan DAS Krueng Woyla dan sekiranya tak bisa lagi bisa memanfaatkan aliran sungai tersebut, seperti mencari ikan, mencari lokan, dan mencuci, hingga mandi.

“Biasanya saat kemarau tiba, kondisi air cukup jernih sehingga saat musim kemarau sungai tersebut menjadi andalan warga untuk kebutuhan hari-hari, namun saat ini tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujar Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin kepada Serambinews.com, Selasa (23/2/2021).

Amiruddin meminta, kepada pihak terkait untuk menyelidiki penyebab keruhnya daerah aliran sungai (DAS) Krueng Woyla.

Penyelidikan ini, sebut dia, penting dilakukan untuk mengetahui apakah keruhnya air sungai akibat aktivitas tambang emas atau kegiatan manusia lainnya di hulu sungai.

Baca juga: Viral Anggota DPRD Sebut Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 seperti Binatang, Berakhir Minta Maaf

Baca juga: Dukung UMKM, Pimpinan  Bank Aceh Syariah Bireuen Beli Aneka Produk Kreasi Ibu PKK Kuala

Baca juga: Harga Kopi Gayo Masih Sangat Rendah, Masa Panen Telah Usai, Petani Beralih ke Tanaman Semusim

“Jika memang itu nanti akibat aktivitas tambang emas, hendaknya jangan merugikan masyarakat lainnya, di mana selama ini nelayan juga mencari ikan di sungai tersebut sebagai pendapatan ekonomi hari-hari,” harap Amiruddin.

Disebutkan dia, bahwa pada musim kemarau para nelayan bisa mendapatkan ikan yang cukup sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Sebab, selain untuk dikonsumsi sendiri, ikan itu sebagiannya juga dijual sehingga menggulirkan roda ekonomi masyarat.

“Kecuali itu, masyarakat biasanya juga mandi dan mencuci di Krueng Woyla. Namun dengan keruhnya air tersebut, tentu membuat warga tidak bisa memanfaatkan lagi sungai itu,” tukasnya.

Ia merasa aneh dengan kondisi air Krueng Woyla yang sudah berbulan-bulan keruh. Pasalnya, dulu-dulu jika musim kemarau, air sungai sangat jernih, dan baru keruh hanya saat musim banjir tiba. 

Baca juga: Syech Fadhil Sorot Penangkapan Pemuda ‘Perakit Senjata’ dari Aceh Jaya: Ini Pesannya untuk Polisi

Baca juga: Penyelewengan Dana Desa Hingga Gaji Aparatur Gampong tak Dibayar, Terungkap dari Audit Inspektorat

Baca juga: Danrem Lilawangsa Naik Panser Anoa Keliling Mako Yonkav 11/MSC di Simpang Keuramat

“Akan tetapi, kondisi saat ini sangat bertolak belakang di mana air sungai saat kemarau masih saja keruh bak musim banjir saja,” tandasnya.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved