Breaking News:

Harga Kopi

Harga Kopi Gayo Masih Sangat Rendah, Masa Panen Telah Usai, Petani Beralih ke Tanaman Semusim

Ukuran per kaleng sama dengan 10 bambu, satu bambu setara 1,3 kg. Masyarakat petani biasa menggunakan alat takar tradisional ini dalam proses

SERAMBINEWS/FIKAR W EDA
Win Nata Gayo saat menyuguhkan secangkir kopi kepada Gubernur Nova Iriansyah di kedai kopi miliknya. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Harga kopi Gayo di tingkat petani masih terhitung sangat rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Salah seorang petani kopi, Wina Nata Gayo, Selasa (23/2/2021) mengeluhkan tentang masih rendahnya harga kopi.

“Keadaan harga saat masih di bawah Rp 60 ribu per kaleng atau Rp 6 ribu per bambu untuk kopi gelondong atau ceri,” kata petani yang bermukim di Kecamatan Pegasing Aceh Tengah.

Sementara untuk kopi gabah Rp 17 ribu per bambu dan Rp 38 ribu per kg untuk kopi green bean (biji hijau).

Ukuran per kaleng sama dengan 10 bambu, satu bambu setara 1,3 kg. Masyarakat petani biasa menggunakan alat takar tradisional ini dalam proses penjualan kopi untuk kopi gelondong dan gabah.

Kopi gelondong atau ceri adalah buah merah matang yang baru dipanen. Sedangkan kopi gabah adalah hasil lanjutan proses kopi gelondong.

Sementara green bean adalah kopi biji hasil olahan dari biji gabah.

Win Nata menyebutkan masa panen kopi telah berakhir, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat petani beralih ke tanaman hortikultura dan tanaman semusim.

“Masa panen telah berakhir. Harga juga masih rendah. Kami beralih ke tanaman semusim,” ujar Win Nata.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved