Breaking News:

Pemkab Aceh Besar Masih Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

Program menurun kan angka kemiskinan masyarakat masih menjadi fokus utama pemerintah Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Masih Fokus Turunkan Angka Kemiskinan
FOTO HUMAS ACEH BESAR
Pemkab Aceh Besar melalui BAPPEDA menggelar rapat sinkronisasi program 2021 dn 2022 untuk menurunkan angka kemiskinan di gedung Dekranasda, Senin (22/2)

JANTHO - Program menurun kan angka kemiskinan masyarakat masih menjadi fokus utama pemerintah Aceh Besar. Sebagai upaya mewujudkan program tersebut, Pemerintah Aceh Besar melalui BAPPEDA menggelar rapat sinkronisasi program 2021 dan 2022 untuk menurunkan angka kemiskinan di gedung Dekranasda, Senin (22/2/2021).

Plt Sekda Aceh Besar, Abdullah SSos mengatakan, rapat sinergi program yang digelar oleh Bappeda adalah untuk menjaring program prioritas yang akan diusulkan kepada Bappeda Provinsi.

“Kita coba kumpulkan semua program dinas di Aceh Besar yang terkait penurunan angka kemiskinan untuk disampaikan ke Bappeda Provinsi supaya program tersebut tepat sasaran dan fokus pada penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Ia menyebutkan, hal ini juga menjadi hal sangat penting bagi pemerintah Aceh Besar dan Pemerintah Aceh untuk memetakan pembangunan yang merata dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Aceh.

“Pentingnya FGD seperti ini adalah agar kita semua dapat memetakan daerah mana yang perlu kita tingkatkan pembangunannya untuk menunjang peningkatan ekonomi,” sebutnya. Abdullah menjelaskan, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memacu kinerja semua pihak guna mewujudkan visi misi Bupati Aceh Besar dalam pengentasan kemiskinan hingga mencapai angka 10%.

“Kita semua berusaha sekeras mungkin untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dimana pada tahun 2022 nanti angka kemiskinan di Aceh Besar mencapai 10%,” sebutnya. Menurut Abdullah, trend peningkatan angka kemiskinan ini juga dipicu oleh faktor pandemi COVID-19. Dimana saat pandemi seperti ini bisa saja masyarakat pendapatannya menurun dan tidak bekerja.

“Saat pandemi seperti ini masyarakat bisa saja kehilangan pekerjaan dan itu bisa menjadi pemicu meningkatnya angka kemiskinan, mudah-mudahan masyarakat Aceh Besar mampu meningkatkan ekonomi meskipun sedang pandemi,” ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Rahmawati Kepala Bapedda Aceh Besar. Sejauh ini angka kemiskinan di Aceh Besar mencapai 13,84% meskipun target RPJM 12,5%.

“Memang angka kemiskinan saat ini tidak terlalu signifi kan turunya, karena faktor pandemi tapi setidaknya angkanya turun dibanding tahun sebelumnya 13,92%, ada penurunan 0,8%,” terang Rahmawati Ia menjelaskan, jika mengacu pada RPJM angka kemiskinan tahun ini 2021 targetnya di angka 11%.

“Kalau sesuai RPJM harusnya tahun 2021 angka kemiskinan Aceh Besar berada di angka 11%, tapi kita belum tahu karena pandemi masih berlanjut,” katanya Menurut Rahmawati, saat ini Pemerintah Aceh Besar memiki prioritas di tahun 2021 adalah peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan pelaksanaan Syariat Islam. “Selain itu Pemerintah juga akan melakukan peningkatan infrastruktur yang terintegrasi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik serta pemulihan ekonomi,” ujarnya.(HAB/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved