Breaking News:

Polisi Sita Mobil dan Rumah Owner Yalsa Boutique, Diduga Jalankan Investasi Bodong

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menyita mobil mewah dan rumah pemilik (owner) usaha Yalsa Boutique

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. 

* Membernya Tersebar di Seluruh Aceh

BANDA ACEH - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menyita mobil mewah dan rumah pemilik (owner) usaha Yalsa Boutique, sebuah butik yang bergelut dalam bisnis penjualan busana syar’i di Aceh dan beberapa provinsi lainnya. Penyitaan aset itu dilakukan setelah polisi memastikan bahwa Yalsa Boutique terlibat investasi bodong.

"Ada beberapa yang kita amankan, aset dari pemilik butik, satu unit mobil Alpard, 1 unit mobil Civic Turbo, rumah di Lamteumen, dan satu mobil Toyota juga kita amankan," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, dalam acara silaturrahmi dengan awak media, Senin (22/2/2021).

Winardy memastikan, Yalsa Boutique terlibat dalam investasi bodong karena owner bersama admin dan reseller mengumpulkan dana dari masyarakat yang disebut sebagai member tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lazimnya perusahaan-perusahaan investasi di Indonesia. Jumlah dana yang terkumpul juga tidak sedikit, mencapai puluhan miliar rupiah.

"Mereka menghimpun dana dari masyarakat (member) tanpa izin dari otoritas keuangan. Jadi menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin, baik itu dari Bank Indonesia maupun OJK," ujar Winardy.

Dia mengatakan, kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Subdit II Ditreskrimsus Polda Aceh dan telah memeriksa sekitar 13 orang yang merupakan owner, admin, hingga reseller. "Saat ini kita masih periksa 13 orang terkait pelaporan Yalsa Boutique. Ke-13 orang yang kita periksa ini mulai dari owner dua orang (suami istri), kemudian admin, dan reseller," sebutnya.

Winardy menjelaskan, kasus Yalsa Boutique ini bermula karena adanya laporan masyarakat dengan nomor laporan model A tertanggal 11 Februari 2021. Kasus itu dilaporkan oleh member (anggota) butik itu sendiri yang belakangan merasa tertipu karena telah menyetor uang sebagai investasi dengan perjanjian mendapatkan keuntungan dari penjualan busana oleh Yalsa Boutique.

Kabid Humas menjelaskan, modus operandi yang dilakukan Yalsa Boutique ini adalah dengan merekrut member, lalu mengajak mereka melakukan investasi dengan menjanjikan keuntungan. Yalsa Boutique menurutnya adalah sebuah butik yang bergelut pada bisnis busana muslimah dan memberi peluang pada masyarakat yang ingin bergabung dengan melakukan investasi terlebih dulu.

Mereka menghimpun dana dari masyarakat dengan menjanjikan keuntungan penjualan baju, mulai dari sekitar 30 persen sampai 50 persen setiap  penjualan. Alih-alih medapatkan keuntungan, para member justru harus gigit jari karena uang yang telah disetor tak juga dikembalikan.

"Owner merekrut reseller, kemudian mereka mengumpulkan uang dari member, kemudian member melakukan investasi, admin mencatat. Setelah dihimpun, dilaporkan ke admin, disetorkan dana sesuai dengan investasi yang dilakukan member, jumlahnya dari Rp 500 ribu sampai puluhan juta rupiah," jelasnya.

Dana yang sudah diinvestasikan itu, lanjut Winardy, tidak boleh diambil dalam jangka waktu enam bulan dan baru bisa dikembali setelah melewati jangka waktu tersebut. "Tetapi masuk 2021 karena sudah krodit, mulai bermasalah, maka dana itu disetop oleh owner tidak boleh ambil lagi dan hangus. Itulah polemik dari member hingga melaporkannya ke kita," ungkap Winardy.

Rp 20 miliar

Saat ini, ke-13 orang ini masih menjalani pemeriksaan. Polda juga terus mendata reseller dan member yang tergabung dalam Yalsa Boutique. Kombes Pol Winardy menyebutkan, Yalsa Boutique telah merekrut 225 reseller dan 3.755 member di Aceh, Medan, hingga Riau. Tak tanggung-tanggung, dana yang dikumpulkan mencapai Rp 20 miliar.

"Pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Yalsa Boutique memiliki 3.755 orang member yang tersebar di seluruh Aceh, ada juga di luar Aceh seperti di Riau dan Medan. Total dana yang sudah dihimpun kurang lebih sekitar Rp 20 miliar," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved