Breaking News:

Ratusan Nakes Tamiang Belum Divaksin

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama belum menyentuh seluruh tenaga kesehatan di Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Kadinkes Aceh Tamiang, Ibnu Aziz 

KUALASIMPANG – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama belum menyentuh seluruh tenaga kesehatan di Aceh Tamiang. Dinas Kesehatan setempat menyebutkan hingga hari ke-12 vaksinasi tahap pertama baru dilakukan terhadap 1.897 tenaga kesehatan.

Kadis Kesehatan Tamiang, Ibnu Aziz mengatakan, angka ini masih di bawah jumlah sasaran tenaga kesehatan sebanyak 2.474 orang. “Kita baru 89 persen, sebenarnya tidak ada kendala, hanya kemarin itu ada beberapa tenaga kesehatan yang kondisinya belum fit,” kata Ibnu kepada Serambi, Senin (22/2/2021).

Tahap pertama vaksinasi ini dilakukan di Aceh Tamiang pada 10 Februari, artinya interval dengan vaksinasi tahap dua tersisa dua hari.  “Kita skrining ulang, semua Pusekesmas bergerak untuk mendata nakes yang belum diberi vaksin,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Tamiang, Hardekky Yunandar mengatakan, terjadi perbedaan jumlah sasaran yang dirilis Dinkes Aceh dengan Dinkes setempat.

Pihak provinisi merilis jumlah tenaga kesehatan yang berhak divaksin di Aceh Tamiang sebanyak 2.119 orang, sedangkan pendataan yang dilakukan Dinkes setempat lebih banyak, 2.474 orang. “Ada perbedaan data, data kita lebih banyak. Tapi ini bukan masalah,” kata dia.

Dia menyimpulkan, perbedaan data ini disebabkan mobilisasi tenaga kesehatan yang setiap saat terjadi di Puskesmas, rumah sakit hingga Dinas Kesehatan. “Kami sudah meminta masing-masing Puskesmas mendata ulang, kami masih menungu laporannya,” kata Hardekky.

Vaksinasi tahap pertama dipusatkan di RSUD Aceh Tamiang dengan melibatkan Forkopimda dan tenaga kesehatan, Rabu (10/2/2021). Wakil Bupati Aceh Tamiang, HT Insyafuddin mengatakan, tidak ada kewajiban bagi masyarakat, termasuk tenaga kesehatan untuk menjalani vaksinasi ini. Meski begitu dia menegaskan kalau serum vaksin ini merupakan solusi terbaik saat ini untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih meluas. “Tidak ada paksaan, ada surat pernyataan kalau tidak mau. Jadi jangan marah-marah kalau tidak bersedia,” kata Insyafuddin.

Dia mengingatkan dibutukan keikhlasan dan keyakinan untuk menjalani vaksinasi ini. Secara pribadi dia optimis vaksin yang didatangkan dari Cina ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat. “Hati dan pemikiran harus ikhlas. Kalau sudah pemikiran positif, hasilnya Insya Allah juga positif,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menjadwalkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dilakukan 24 Februari 2021. Sasaran tahap kedua ini masih diarahkan kepada tenaga kesehatan dan Forkopimda yang sebelumnya sudah mendapat vaksin tahap pertama pada 10 Februari lalu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Tamiang, Hardekky Yunandar menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, vaksin Sinovac yang akan digunakan baru dikirim dari Banda Aceh pada Rabu (23/2/2021) dan diperkirakan tiba di Aceh Tamiang malam hari. “Informasinya besok baru akan dikirim, kalau jumlah dosis kita belum dapat informasi,” jelasnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved