Breaking News:

Jurnalisme Warga

Roadmap Agrowisata Syariah Takengon

Pengalaman seperti ini hal yang lumrah jika Anda berkesempatan datang ke Taman Buah Mekarsari, di Cileungsi, Jawa Barat

Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Unimal Aceh, melaporkan dari Takengon, Aceh Tengah 

OLEH Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Unimal Aceh, melaporkan dari Takengon, Aceh Tengah

Pernahkah Anda minum kopi di kebun kopi, memetik buah stroberi dan anggur langsung di kebunnya? Pengalaman seperti ini hal yang lumrah jika Anda berkesempatan datang ke Taman Buah Mekarsari, di Cileungsi, Jawa Barat. Nah sekarang, sensasi seperti itu bisa Anda dapatkan tanpa harus pergi ke Jawa Barat. Cukup datang ke Takengon, Aceh Tengah saja, semua sensasi itu akan leluasa Anda nikmati, bahkan dengan harga yang lebih murah.

Soalnya, di Takengon dan Bener Meriah, bahkan sampai ke Gayo Lues, telah dikembangkan agrowisata, bahkan agrowisata syariah. Tapi, pada kesempatan ini saya fokus mereportasekan potensi agrowisata Aceh Tengah saja.

Agrowisata merupakan kegiatan wisata dengan melibatkan lahan pertanian sebagai daya tarik utama bagi wisatawan dalam menikmati aktivitasnya di daerah tersebut. Potensi pertanian tersebut merupakan modal utama dalam mengembangkan industri wisata bagi pembangunan daerah. Untuk meningkatkan pendapatan petani serta manajemen produksi tanaman sangat diperlukan kajian terhadap analisis peningkatan pendapatan perkebunan masyarakat.

Terkait dengan itu, roadmap (peta jalan) Agrowisata Syariah Takengon diperlukan agar dapat ditata dengan baik, efektif, dan efisien demi pengembangan perkebunan petani Takengon yang merupakan produk unggulan dari masyarakat Dataran Tinggi Aceh Tengah. Intinya, pengembangan agrowisata yang akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jangan sampai merusak “masterplan” serta lingkungan jangka panjang yang berkelanjutan.

Sejauh yang saya amati, perjalanan ke tempat wisata daerah pertanian Takengon yang udaranya belum tercemari merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan menapaki “Negeri di Atas Awan” tersebut. Berbagai produk pertanian yang alami dan terbentang sepanjang mata memandang di kawasan ini merupakan potensi pertanian yang sangat menjanjikan.

Daya tarik perkebunan kopi Takengon yang telah banyak menyumbang devisa negara, penting untuk dikembangkan dengan baik dan berkelanjutan agar dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini.

Sebagaimana kita tahu, kopi Gayo yang berasal dari Takengon memiliki cita rasa tinggi yang khas sangat. Dikenal dan disenangi oleh penikmat kopi hingga ke luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Dataran Tinggi Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah merupakan pusat kopi Gayo yang memiliki 60 varietas dan cultivated kopi Gayo. Dari berbagai varietas tersebut, rekomendasi dari Kementerian Pertanian dapat dikembangkan menjadi varietas Gayo 1 dan Gayo 2.

Berdasarkan uji cita rasa kopi Gayo 1 unggul di kelompok flavor (perisa) enzymatic dan kopi Gayo 2 unggul pada kelompok flavor sugar browning. Ditambah dengan viskositas (body) arabika Gayo yang merupakan salah satu viskositas terbaik dunia, sehingga kedua varietas tersebut menjadi favorit para pembeli kopi dunia.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved