Breaking News:

Internasional

Selama Jadi Presiden AS, Donald Trump Berhasil Tambah Kekayaan Sebanyak Rp 22,6 Triliun

Donald Trump berhasil menambah pundi-pundi sebesar 1,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 22,6 triliun selama sebagai Presiden AS.

The Washington Post
Resor Mar-a-Lago, Florida, AS dan Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Donald Trump berhasil menambah pundi-pundi sebesar 1,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 22,6 triliun selama sebagai Presiden AS.

Hal itu dilaporkan oleh sebuah lembaga AS, Citizens for Responsibility and Ethics di Washington (CREW).

Setelah mengungkapan keuangan mantan presiden , kelompok tersebut mengklaim Trump mengambil kredit untuk menyumbangkan gaji resminya, yang didanai oleh pembayar pajak AS.

Dilansir The Independent, itu hanya sebagian kecil dari pendapatan yang diperoleh melalui bisnis Trump selama masa kepresidenannya.

CREW menghitung bahkan setelah melihat penurunan besar dalam pendapatan terkait perhotelan pada tahun 2020 karena pandemi virus Corona.

Baca juga: Restoran Trump di Washington Sengaja Dikirimi Produk Busuk, Pekerjanya Sering Dilecehkan

Secara total Trump mengumpulkan setidaknya 1.613.583.013 dolar AS pendapatan dari Organisasi Trump dan pendapatan luar lainnya.

Pada akhirnya, dia mengumpulkan 1.790.614.202 dolar As, tetapi bentuk pengungkapannya tidak jelas.

Dengan beberapa aset yang terdaftar 5 juta dolar AS dalam pendapatan tahunan.

Struktur bisnis Trump Organization berarti bahwa pendapatan yang dilaporkan tidak selalu mencerminkan pendapatan pribadi dmereka.

Sebagian besar pendapatan berasal dari properti yang lebih terkenal yang dimiliki oleh grup di mana Trump sering terlihat selama masa kepresidenannya.

Mar-a-Lago, The Trump International Hotel di Washington, DC, dan lapangan golfnya di Doral di Florida , Bedminster di New Jersey, dan Trump National di Virginia.

Baca juga: Kota New York Tutup Dua Gelanggang Es Trump, Walau Kontrak Berakhir Sebulan Lagi

Jika digabungkan, menghasilkan lebih dari 620 juta dolar As dalam empat tahun, dengan pendapatan turun secara signifikan setelah pembatasan Covid-19.

CREW berpendapat, sebagian besar pendapatan ini berasal dari mereka yang ingin menjilat presiden yang membayar premi untuk tinggal di properti bermerek atas namanya.

Mereka juga mengatakan bisnis pemerintah diarahkan ke jalan mereka dan mempertanyakan apa yang akan terjadi di masa depan, setelah aliran pendapatan telah menghilang .

Laporan oleh CREW muncul ketika Mahkamah Agung menjatuhkan keputusan yang akan memaksa Trump untuk menyerahkan pengembalian pajaknya kepada jaksa di New York.

The Independent telah meminta Trump Organization untuk mengomentari laporan tersebut, tetapi belum ada jawaban.(*)

Baca juga: Hotel 39 Lantai Milik Trump Diledakkan

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved