Breaking News:

Berita Banda Aceh

Yalsa Boutique Disebut Investasi Bodong, Kuasa Hukum: Silakan Buktikan!

“Saya tidak mau berdebat dengan penyidik, kita lihat saja nanti kalau mereka punya pemahaan itu investasi bodong ya silakan buktikan.

SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN
Mukhlis Mukhtar 

“Saya tidak mau berdebat dengan penyidik, kita lihat saja nanti kalau mereka punya pemahaan itu investasi bodong ya silakan buktikan.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh 

SERAMBINEWS. COM, BANDA ACEH - Kuasa Hukum dari owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar yang dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (22/2/2021) menanggapi terkait pernyaan polisi yang menyebutkan owner Yalsa Boutique menjalankan invesatsi bodong di Aceh. 

“Saya tidak mau berdebat dengan penyidik, kita lihat saja nanti kalau mereka punya pemahaan itu investasi bodong ya silakan buktikan.

Kami kan punya pendaapat juga,” kata Mukhlis Mukhtar.

Mukhlis secara singkat menjelaskan, secara bisnis pada akhir Januari, Yalsa Buotique mengalami kolep karena ada reseller menurut Mukhlis Mukhtar yang curang.

Baca juga: Polisi Sebut Yalsa Boutique Sedot Dana Hingga Rp 20 Miliar dari Anggota

Pakai PIL KB Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Serviks Pada Wanita, Benarkah? Berikut Penjelasannya

Baca juga: China Menolak Tuduhan Genosida di Xinjiang, PBB Dapat Mengunjungi Kapanpun

 “Di Yalsa ini memang ada beberapa tingkatkan, mulai dari owner, reseller, dan member.

Akhir Januari kemarin kolep ada reseller yang curang maka sedang dilacak.

Tapi saat itu muncul kasus dan terjadi miss komunikasi antara owner, reseller, dan member hingga ada laporan polisi,” kata Winardy.

Soal polisi yang sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut, Mukhlis Mukhtar menyebut pihaknya cukup menghormati itu. “Polisi melakukan penyeidikan sesuai aturan dan hukum yang berlaku, kita menghormati itu,” katanya. 

Dia juga menyebutkan, bahwa clientnya saat ini cukup kooperatif dalam memenuhi panggilan polisi. Bahkan owner sendiri bermaksud untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. 

“Tapi negara kita adalah negara hukum, mungkin pelapor punya persepektif lain, cuma konsekuensi hukum itu akan merugikan semua pihak.

Proses hukum dan tindakan penyitaan itu akan menghancurkan semua upaya itikad baik,” pungkas Mukhlis Mukhtar yang juga membenarkan mobil hingga rumah milik owner Yalsa Boutique telah disita polisi. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved