Breaking News:

Ketersediaan Air Harus Dijaga, Kebocoran Bendung Karet Masih Ditangani

Wali Kota Banda Aceh. Aminullah Usman, memintah pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan PDAM Tirta Daroy untuk segera menambal

Serambinews.com
Foto dokumen bendungan karet Lambaro, Aceh Besar. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh. Aminullah Usman, memintah pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan PDAM Tirta Daroy untuk segera menambal bendung karet yang bocor. Pasalnya muka air baku yang ada di kawasan bendung karet, di Krueng Aceh, terus menyusut.

Jika tak segera ditangani, Aminullah khawatir, muka air baku akan terus menurun. Terlebih saat ini kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar dalam kondisi musim kemarau. “Persoalan ini harus segera diselesaikan, jika tidak maka cadangan air bersih di bak penampungan yang ada akan semakin sedikit. Dampaknya, distribusi ke rumah-rumah pelanggan menjadi terganggu,” tandasnya, Selasa (23/2/2021).

Selain mendesak pihak BWS Sumatera I dan PDAM Tirta Daroy untuk segera menambal bendung karet yang bocor, Wali Kota juga berharap kepada masyarakat Banda Aceh yang merupakan pelanggan PDAM Tirta Daroy untuk bersabar sejenak jika distribusi air ke rumah-rumah pelanggan agak terganggu.

Karena memang penanganan kebocoran bendung karet perlu waktu. “Mohon kesabarannya. Semoga dalam tempo 20 hari persoalan kebocoran itu bisa segera diatasi,” ucap Wali Kota.

Karena persediaan air bersih di reservoir semain berkurang, Aminullah meminta pihak PDAM Tirta Daroy untuk mengatur pendistribusiannya ke rumah-rumah pelanggan. Dia berharap agar distribusi air bersih tetap bisa merata, sehingga meski kelancarannya agak terganggu, tapi pelanggan tetap bisa menikmati air bersih. “Distribusinya harus benar-benar diatur, sehingga tidak ada daerahnya yang tidak mendapatkan air bersih,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, pihaknya bersama BWS Sumatera I, sedang melakukan upaya penambalan bendung karet yang bocor. Untuk tahap awal, sedang dibangun bendungan sementara (kisdam), guna memudahkan pekerjaan penambalan.

Dikatakan, penambalan bendung karet ini sudah beberapa kali dilakukan. Hal itu dikarenakan kondisi bendung yang sudah tua. “Bendung karet yang ada sekarang sangat rentan bocor. Sementara untuk bendung baru, pihak BWS Sumatera I baru bisa merealisasikannya tahun depan. Karena baru dibangun tahun depan, saat ini hanya bisa diperbaiki dengan cara ditambal,” terang Ampon Yub--sapaan akrab T Novizal Aiyub.

Diungkapkannya, produksi air bersih saat ini sudah mengalami penurunan 10-20 persen. Ampun Yub khwatir, jika hujan tidak turun dalam beberapa hari ini, akan semakin berdampak bagi ketersediaan air bersih dan penurunannya bisa mencapai 50 persen. “Jika seperti itu, maka masyarakat yang terdampak akan semakin banyak,” ujarnya.

Untuk itu, Ampon Yub meminta kepada para pelanggan untuk menampung air jika distribusinya lancar. Apalagi, PDAM Tirta Daroy tidak memiliki cadangan air sebagai antisipasi, jika terjadi krisis seperti saat ini. “Semua air yang diproduksi langsung dipompakan ke rumah-rumah pelanggan. PDAM Tirta Daroy tak memiliki cadangan,” pungkasnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menambahkan, dalam kondisi seperti ini, PDAM Tirta Daroy sangat membutuhkan reservoir cadangan berkapasitas besar. Karena jika mengandalkan bak penampungan yang ada, maka sangat sulit memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan.

Harapan tersebut terbuka, setelah Pemerintah Aceh menghibahkan sebuah lahan seluas 7.000 meter persegi yang letaknya berdampingan dengan tempat pengolahan air bersih di kawasan Lambaro, Aceh Besar. “Proses hibah lahan tersebut sedang dilakukan. Kita berharap, proses itu bisa selesai tahun ini,” harap Ampon Yub.

Jika proses hibah selesai tahun ini, dia berharap pembangunan reservoir bisa dilakukan tahun depan. Itu pun masih tergantung dengan anggaran yang disediakan. “Tapi yang jelas jika proses hibah bisa cepat dilaksanakan, di lokasi itu bisa dibangun bak reservoir berukuran besar dan bisa menampung air 10.000-15.000 kubik,” tutupnya.(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved