Breaking News:

Lagi, Tim Tabur Tangkap Buronan

Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh yang dipimpin M Farid Rumdana SH MH kembali berhasil menangkap terpidana

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MASRIZAL
Kajati Aceh, Muhammad Yusuf didampingi Asintel dan Kasipenkum memberikan keterangan pers terkait penangkapan terpidana DPO di Kejati Aceh, Selasa (23/2/2021). 

BANDA ACEH - Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh yang dipimpin M Farid Rumdana SH MH kembali berhasil menangkap terpidana yang buron. Kali ini, Tim Tabur menangkap terpidana Saipundi alias Cek Pon bin Ibrahim, warga Aceh Jaya, Selasa (23/2/2021). Terpidana terlibat dalam kasus tindak pidana pencurian tiga kerbau.

Kepala Kejati Aceh, Dr Muhammad Yusuf SH MHum dalam konferensi pers, Selasa (23/2/2021) mengatakan, Saipundi merupakan terpidana ke sembilan yang ditangkap Tim Tabur sejak awal Januari lalu dengan rincian dua orang menyerahkan diri (di Simeulue dan di Banda Aceh) dan tujuh orang ditangkap.

Kajati menjelaskan, terpidana melakukan tindak pidana pencurian tiga ekor kerbau di Aceh Jaya pada tahun 2018. Kasus itu sempat divonis bebas Pengadilan Negeri Calang.

Namun berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor :720 K/PID/2018 tanggal 24 September 2018, terpidana dinyatakan melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 367 ayat (2) KUHP dan divonis satu tahun penjara.

Sebelum melakukan penangkapan, lanjut Kajati,   Tim Tabur telah melakukan pemantauan selama satu bulan, dan diketahui terpidana selalu berpindah-pindah  tempat tinggal sehingga menghambat Tim Tabur dalam melakukan pencarian.

Pada Selasa tanggal 23 Februari 2021, Tim Tabur Kejati Aceh berhasil memastikan keberadaan terpidana Saipundi di kediamannya yang berada di seputaran Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan "Kemudian Tim Tabur melakukan pergerakan dengan melibatkan perangkat gampong untuk menuju ke lokasi penangkapan. Tepat pada pukul 11.00 WIB hari ini (kemarin) Tim Tabur Kejati Aceh langsung melakukan penangkapan terhadap terpidana Saipundi tanpa perlawanan dan kemudian langsung di bawa ke Kantor Kejati Aceh," ungkap Kajati.

Seusai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas Klinik Kejati Aceh, terpidana langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan di Aceh Jaya.

Dalam kesempatan itu, Kajati Aceh Muhammad Yusuf juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada 38 terpidana lagi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pihaknya selalu mengimbau dan mengingatkan kembali agar para buronan segera menyerahkan diri, karena tim tabur sampai saat ini terus memantau keberadaan mereka.

"Saya selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh mengharapkan kerja samanya dengan para awak media cetak dan elektronik serta peran masyarakat untuk menginformasikan keberadaan buronan tersebut," demikian Muhammad Yusuf.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved