Breaking News:

Opini

"From Zero To Hero"

Sektor Pertanian mengalami pertumbuhan yang positif di tengah masa pandemi Covid-19 dan telah memberikan sumbangan sebesar 16,24%

IST
Azanuddin Kurnia, SP, MP, Sekretaris Distanbun Aceh dan Ketua PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia) Wilayah Aceh

Oleh Azanuddin Kurnia, SP, MP, Sekretaris Distanbun Aceh dan Ketua PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia) Wilayah Aceh

Sektor Pertanian mengalami pertumbuhan yang positif di tengah masa pandemi Covid-19 dan telah memberikan sumbangan sebesar 16,24% PDB pada triwulan II 2020. Sumbangan sektor pertanian telah memberikan semangat kepada bangsa Indonesia dimana sektor lain mengalami pertumbuhan negatif. Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian, termasuk petani Indonesia yang dengan gigih terus berusaha tetap bangkit di masa-masa sulit. Walaupun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Mentan dan jajarannya terutama terhadap beberapa komoditi yang masih impor seperti kedele, bawang putih, dan beberapa komoditi lainnya.

Demikian salah satu yang disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Indonesia pada 11 Januari 2021 dari Istana Negara yang juga diikuti penulis dari Gedung F Kementerian Pertanian Jakarta.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melaporkan pada Presiden bahwa arah kebijakan pertanian Indonesia adalah pertanian maju, mandiri dan modern, tentunya mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Program utama dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekspor adalah meningkatkan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan lokal dimana setiap satu provinsi mempunyai satu pangan lokal yang menjadi kebanggaan, tidak hanya beras yang menjadi unggulan tetapi produk pangan lokal lain harus didorong seperti jagung. "Terobosan lain adalah seribu desa perkebunan rumah tangga, setiap lahan rumah bisa dimanfaatkan untuk perkebunan," ujar YSL pada acara Rakernas tersebut.

Aceh sebagai salah satu provinsi yang potensial untuk pertanian dan perkebunan tentunya perlu menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri Pertanian. Dengan luas lahan baku sawah 213.997 ha, luas komoditi hortikultura sekitar 168.394 ha, dan sekitar 1.076.666 ha luas areal perkebunan di Aceh sangat memungkinkan Aceh untuk tetap dan akan maju dari sektor pertanian. Hal ini terbukti salah satunya adalah Aceh termasuk peringkat delapan sebagai provinsi penghasil beras tertinggi di Indonesia pada 2019.

Capaian kinerja tahun 2019 terlihat dengan luas panen 310.012 ha, menghasilkan produksi 1.714.438 ton GKG atau setara beras 982.570 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 5.316.320 jiwa dengan rata-rata konsumsi 126,28 kg/kap/tahun, konsumsi beras Aceh sekitar 671.345 ton, sehingga terjadi surplus beras sebesar 311.225 ton (Distanbun Aceh, 2020). Kondisi tersebut telah menghantarkan Aceh mendapatkan pin emas dari Kementerian Pertanian atas prestasi ini.

Untuk memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan seperti harapan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh tentunya kita harus bergerak cepat di tengah kondisi pandemi maupun pascapandemi, ditambah lagi dampak perubahan iklim yang sulit diprediksi, yang sewaktu-waktu bisa mengancam pangan di Aceh. Contohnya banjir beberapa waktu yang lalu melanda Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan beberapa kabupaten lainnya.

Kita harus lebih produktif, inovatif, kreatif, dan pantang menyerah. Bagaimana mengombinasikan program pusat dengan provinsi dan kabupaten kota sehingga kedaulatan dan ketahanan pangan dapat terwujud. Dari Buku Kostratani (2021), Mentan SYL sudah menyiapkan

lima cara bertindak. Pertama, peningkatan kapasitas produksi melalui percepatan tanam, pengembangan kawasan pangan (food estate) dan perluasan areal tanam baru. Kedua, diversifikasi pangan lokal seperti ubi kayu, sorghum, dan pemanfaatan lahan pekarangan.

Ketiga, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, yaitu melalui penyediaan pangan daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota, serta akselerasi lumbung pangan desa.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved