Breaking News:

Salam

Kartu Prakerja Sangat Ditunggu Masyarakat

Pemerintah kembali membuka pendaftaran Kartu Prakerja di tahun 2021. Kali ini program Kartu Prakerja memasuki gelombang 12

Editor: bakri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
AIRLANGGA HARTARTO Menko Perekonomian 

Pemerintah kembali membuka pendaftaran Kartu Prakerja di tahun 2021. Kali ini program Kartu Prakerja memasuki gelombang 12.  Program Kartu Prakerja untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Peserta yang lolos seleksi akan mendapat sejumlah insentif untuk mengakses beragam pelatihan dan sebagainya.

Untuk itu, sebelum pendaftaran dibuka, para calon sebaiknya memperhatikan lebih dulu persyaratan untuk bisa lolos program Kartu Prakerja gelombang 12. Informasi untuk itu bisa dilogin www,prakerja.go.id. Di sana akan terdapat banyak informasi, terutama syarat-syaratnya.

Program ini diluncurkan secara resmi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 20 Maret 2020.  Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 yang menjadi payung regulasinya diterbitkan pada 26 Februari 2020. Program Kartu Prakerja ini merupakan bagian dari jaring pengaman sosial. Dengan kata lain, program Kartu Prakerja ini diluncurkan sekaligus sebagai instrumen penyaluran dana bansos kepada para pekerja yang terdampak Covid-19.

Gelombang pertama pendaftaran Kartu Prakerja itu dibuka 11 April 2020 secara online. Pesertanya sangat membludak. Dalam waktu kurang dari 20 jam, sebanyak 1,2 juta orang mendaftar. Padahal, target sampai akhir tahun 2020 hanya dipatok 5,6 juta peserta. Jumlahnya kini bahkan sudah sangat membengkak.

Pada tahun 2020, Aceh diberi kuota untuk 72.731 orang.  Namun, jumlah yang lulus seleksi ternyata jauh melebihi kuota. Menurut data dari Pusat, hingga September 2020, jumlah pemegang kartu prakerja di Aceh sudah mencapai 122.319 orang.

Tingginya minat masyarakat mendaftar untuk ikut menjadi pemegang Kartu Prakerja, tentu bukan saja karena ingin mendapatkan pelatihan secara online, tapi juga karena ada insentif  Rp 600 ribu perbulan yang bisa diterima selama empat bulan.

Meski banyak peminat, tapi program ini menuai banyak kritikan. Salah satunya soal manfaat program kartu prakerja. Formulanya dianggap tidak cocok untuk diterapkan di masa pandemi. Ketika banyak karyawan terkena PHK, kok malah diberi pelatihan. Yang lebih dibutuhkan adalah dana tunai untuk penopang hidup. Kira-kira begitu kritiknya. Program ini pun dinilai hanya menguntungkan delapan perusahaan platform digital, mitra pemerintah dalam pengadaan training online bagi pemegang kartu prakerja. Di sisi lain, para pengusaha lebih memilih karyawan berpengalaman dibanding alumni Kartu Prakerja.

Program kartu prakerja juga dikritik, karena insentifnya hanya Rp 2,4 juta. Menurut para pengritik, pelatihan bukan solusi yang tepat di masa susah seperti sekarang ini. Karena itu, pemerintah diminta membagikan seluruh dana kartu prakerja secara tunai kepada para korban PHK dan pengangguran.

Namun, dalam perspektif lain, publik melihat program kartu prakerja itu sebagai suatu usaha untuk melindungi warga negara dari tekanan ekonomi di tengah situasi pandemi. Orang yang tadinya memiliki pekerjaan, lalu tiba-tiba harus kehilangan pendapatan.

Dilihat dari sisi pengeluaran negara untuk program ini, memang sangat besar. “Tapi mari kita telaah lebih jauh. Jika dana pelatihan itu diberikan tunai langsung tanpa orang tersebut perlu melakukan apapun, apakah itu bijak? Apakah malah menimbulkan masalah baru? Kemalasan?” tanya seorang pengamat sosial.

Dengan peluncuran Kartu Prakerja, pemerintah ingin mendidik warganya untuk tetap bekerja keras dalam kondisi apapun. Dalam hal ini, ikut pelatihan secara online juga dapat disetarakan dengan bekerja.

Dan, kita harapkan pemerintah mengevaluasi sistem pelaksanaan serta capaian tujuan dari program tersebut. Ini penting bagi pemerintah, bukan sekadar menanggapi kritikan, tapi untuk kelanjutan program karena pandemi ternyata belum berakhir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved