Breaking News:

Takut Invasi ke Palestina Jadi Kejahatan Perang, Israel Minta Biden Tak Cabut Sanksi ICC Era Trump

Israel khawatir okupansinya terhadap wilayah Palestina akan masuk dalam kategori kejahatan perang.

ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN
Anggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo(ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN) 

SERAMBINEWS.COM - Israel mintan Joe Biden tak cabut sanksi ICC era Donald Trump.

Israel khawatir okupansinya terhadap wilayah Palestina akan masuk dalam kategori kejahatan perang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk tidak mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada pejabat International Criminal Court (ICC), Pengadilan Kriminal Internasional, oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Biden telah berjanji untuk meninjau secara menyeluruh sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Trump, yang menuduh pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu melanggar kedaulatan AS dengan mengizinkan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang oleh pasukan AS di Afghanistan.

Israel telah meningkatkan tekanan pada ICC setelah keputusannya pada awal Februari bahwa yurisdiksi pengadilan tersebut meluas ke wilayah Palestina yang diduduki, membuka jalan baginya untuk membuka penyelidikan atas kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel, menurut laporan Axios.

Baca juga: Seorang Pencari Sumbangan Ditemukan Meninggal di Warkop Bandar Bireuen

Israel dan AS dengan cepat mengutuk pengumuman pengadilan tersebut, dengan Israel menuduh pengadilan tersebut murni anti-Semitisme dan AS mengatakan pihaknya memiliki kekhawatiran serius tentang keputusan pengadilan tersebut dan menambahkan bahwa pihaknya sedang meninjau keputusan tersebut, dikutip Al Jazeera, Kamis (25/2/2021).

Tidak ada sekutu yang menjadi pihak dalam Statuta Roma, perjanjian yang membentuk ICC, dan keduanya berusaha melindungi warganya dari tuntutan di pengadilan.

()Anggota pasukan keamanan Israel berkumpul di belakang tumpukan tanah dan bendera Palestina yang ditinggalkan oleh pengunjuk rasa selama bentrokan dengan mereka menyusul demonstrasi menentang perluasan pemukiman di dekat desa Beit Dajan, timur Nablus, di Tepi Barat yang diduduki, pada 19 Februari 2021. Israel khawatir ICC akan menjadikan negaranya masuk dalam pengadilan kejahatan perang.

Washington, bagaimanapun, telah mendukung dan terlibat dengan pengadilan dalam berbagai bentuk sejak mulai beroperasi pada tahun 2002.

Perselisihan atas yurisdiksi pengadilan telah menghadirkan tantangan awal bagi pemerintahan Biden, yang berusaha untuk terlibat kembali dalam organisasi multilateral.

Baca juga: Tips Merawat Kuku Agar Tak Mudah Patah, Hanya Pakai Bawang Putih dan Minyak Esensial

Baca juga: Jet Tempur AS Gempur Suriah, Targetkan Gudang Senjata Milisi Dukungan Iran

Israel, sementara itu, dilaporkan telah mendesak sekutu untuk menekan jaksa ICC Fatou Bensouda, salah satu pejabat yang saat ini berada di bawah sanksi AS, agar tidak melanjutkan penyelidikan yang melibatkan orang Israel.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved