Breaking News:

Banda Aceh

Terkait Kelanjutan Pembangunan IPAL Gampong Jawa, Pemko Diminta tak Membuat Kekeliruan Sejarah

Pemko Banda Aceh diminta tidak membuat kekeliruan sejarah. Hal itu terkait dengan keinginan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Instalasi....

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Pemko Banda Aceh diminta tidak membuat kekeliruan sejarah. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemko Banda Aceh diminta tidak membuat kekeliruan sejarah. Hal itu terkait dengan keinginan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gampong Jawa, Banda Aceh, serta menyatakan malam yang ditemukan di kawasan itu bukanlah makam kuno.

Hal itu disampaikan oleh Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan, terkait Surat Permohonan dari Wali Kota Banda Aceh kepada Kementerian PUPR RI  perihal memohon kelanjutan pembangunan IPAL Banda Aceh, maka jika mengutip pada poin A dalam surat itu disebutkan, bahwa nisan yang  ditemukan dalam kolam IPAL tersebut bukanlah Makam Raja atau pun Keluarga Raja pada Masa Kesultanan.

Namun, dalam surat itu dijelaskan, jika makam tersebut adalah pemakaman masyarakat umum. Menurutnya, pernyataan itu sangatlah keliru.

Ia memaparkan beberapa bukti jika makam itu adalah makam peninggalan zaman kerajaan Aceh Darussalam, pertama karena bentuknya, katanya nisan masyarakat umum bukanlah demikian halnya dalam segi bentuk.

Namun edisi makam tersebut jelas edisi nisan makam orang penting setingkat Syahbandar di Kesultanan Aceh Darussalam pada masa itu.

"Ini yang perlu diketahui dan dipahami oleh pihak Pemko Banda Aceh, jangan sampai pihak pemko seperti pemangku jabatan yang sangat amatiran dalam menanggapi suatu masalah, sudah jelas ditentang masalah pembangunan IPAL dilokasi tersebut  tapi mencoba menunggu waktu yang tepat untuk mengajukan kembali ke pusat agar dibangun kembali, bukannya mempelajari dan mendalami apa dan siapa sesungguhnya penghuni makam tersebut," ujar Tuanku Warul Walidin.

Ia berharap Pihak Pemko Banda Aceh tidak membuat kekeliruan sejarah yang berulang-ulang.

"Semoga Pak Amin sebagai Wali Kota dikenang sebagai bapak pengembali kegemilangan Peradaban Banda Aceh, bukan sebaliknya," tegasnya Tuanku Warul.(*)

Baca juga: Nelayan Pidie Temukan Sampan Rakitan Terdampar di Laut Lepas, Ternyata Ada Orang

Baca juga: Istri Tewas Bersimbah Darah, Suami Tewas Tergantung, Anak Syok Lihat Orang Tua, Polisi Dalami Motif

Baca juga: Babinsa Imbau Warga Aktifkan Poskamling untuk Cegah Aksi Kriminal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved