Breaking News:

Ditlantas Pasang 20 CCTV, Di Persimpangan Kota Banda Aceh

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh, akan memasang Closed Circuit Television (CCTV) yang dilengkapi Electronic Traffic Law Enforcement

Serambinews.com
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani 

BANDA ACEH - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh, akan memasang Closed Circuit Television (CCTV) yang dilengkapi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di setiap persimpangan dalam Kota Banda Aceh

Jumlah ETLE yang akan dipasang pada Juli 2021, mencapai 20 titik di Pusat Ibu Kota Provinsi Aceh.

ETLE merupakan sistem yang memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV yang dipasang di 20 titik tersebut. Kamera pengintai tersebut langsung tersambung ke personel Ditlantas Polda Aceh yang bertugas melakukan pemantauan.

Demikian disampaikan Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH kepada Serambi. Menurutnya, pemasangan CCTV yang dilengkapi ETLE dimaksudkan untuk mengubah perilaku para pengguna jalan agar lebih tertib di jalan dan mentaati aturan berlalu lintas.

Bila pengguna kendaraan sudah tertib selama berada di jalan, maka angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjelaskan, sistem ETLE akan merekam perilaku para pengendara yang lalu lalang di sepanjang jalan dan persimpangan yang dipasang kamera pengintai tersebut.

Bentuk-bentuk pelanggaran yang dapat diawasi, pelanggaran marka dan rambu jalan, pelanggaran kecepatan,pelanggaran tata cara parkir dan berhenti. Lalu, menerobos lampu lalu lintas, melawan arus, tidak menggunakan helm, hingga tidak menggunakan sabuk pengaman.

"CCTV yang dilengkapi ETLE tersebut mampu menembus dan menyorot sopir dan penumpang yang ada di sampingnya," ungkap mantan Kapolres Aceh Tengah dan Aceh Tamiang ini.

Lalu, pelanggaran lainnya yang kemungkinan dilakukan oleh para pengguna jalan menggunakan ponsel saat berkendara serta berboncengan lebih dari satu orang. Kalau ada pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan, maka petugas akan mencari data dari pelat nomor kendaraan tersebut.

Lalu akan dikirim bukti dan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan STNK, termasuk besaran denda yang harus dibayarkan melalui bank. "Jadi tidak ada lagi tatap muka antara petugas dan pelanggar. Hal itu meminimalisir pungutan liar," sebut Kombes Dicky.

Kalau pelanggar itu tidak mau membayarkan jumlah besaran denda tilang yang harus dibayarkan, maka pelat nomor kendaraannya akan diblokir di seluruh samsat. Kosekewensi bagi pelanggar itu, dia tidak akan pernah bisa membayarkan pajak, sampai denda tilang itu dibayarkan dulu, pungkas Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky.

Keberadaan CCTV yang dilengkapi ETLE yang akan dipasang di 20 persimpangan di Kota Banda Aceh mampu mengganti polisi yang tidak harus mengawasi selalu di jalan.

Karena CCTV ETLE yang dipasang tersebut akan memotret dan membidik pelat nomor kendaraan pelanggaran. Bahkan dari CCTV tersebut mampu merekam aktivitas selama 24 jam di jalan, sehingga diharapkan mampu menekan angka kriminalitas yang terjadi di ruas jalan dalam Kota Banda Aceh. "Kami akan terus mendedikasi diri untuk Aceh, agar dari tahun ke tahun angka kecelakaan di Aceh bisa menurun dan kami berharap bisa zero accident atau kecelakaan nihil. Meski, itu sulit diwujudkan, tapi kami akan terus berusaha keras dan memaksimalkan berbagai langkah-langkah yang bisa menurunkan angka kecelakaan," pungkas Kombes Dicky Sondani.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved