Breaking News:

Salam

Sudah Seharusnya Sekolah Tatap Muka

Pemerintah berencana menerapkan belajar tatap muka untuk semua jenjang pendidikan mulai Juli mendatang

Dok. Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Dok. Kemendikbud) 

Pemerintah berencana menerapkan belajar tatap muka untuk semua jenjang pendidikan mulai Juli mendatang. Namun, proses belajar mengajar ini akan dilakukan secara bertahap, dengan kapasitas anak didik dibatasi.

Kebijakan Pemerintah tersebut pantas mendapat dukungan dari semua pihak, terutama mengingat anak-anak di berbagai level pendidikan sudah sangat jenuh dengan sistem belajar daring yang sudah berlangsung hampir setahun.

Apalagi mengingat ada anak-anak di sekolah tertentu yang sampai saat ini sama sekali belum mengenal sekolahnya, sehingga otomatis pula mereka belum bertemu dengan para gurunya. Selama ini proses kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung di ruang virtual, yang tentu saja semangat belajarnya jauh berbeda dengan proses tatap muka di ruang kelas.

Karena itu, adanya wacana pemberlakuan kembali proses belajar tatap muka untuk semua jenjang pendidikan patut disambut hangat oleh semua kalangan, baik sekolah, guru, orang tua, maupun siswa itu sendiri. Para pengelola pendidikan pun sebenarnya sudah sangat merindukan belajar tatap muka ini segera berlangsung, sebagaimana sebelum Covid-19 menguncang dunia.     

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen (PAUD‑Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri mengatakan, setelah vaksinasi guru selesai, secara bertahap sekolah diharapkan buka. "Pembukaan sekolah bakal dilakukan hanya untuk 50 persen siswa dalam satu kelas," ujar Jumeri kepada harian ini, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, sistem pembelajaran tatap muka akan menggunakan kombinasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh. "Meskipun baru maksimal 50 persen, seminggu dua hari belajar, kombinasi PJJ," ujarnya.

Pihak sekolah juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona. "Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan untuk semua jenjang pada daerah yang sudah memungkinkan," katanya.

Sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pembukaan belajar tatap muka pada Juli mendatang didasarkan pada harapan vaksinasi para pendidik akan selesai pada Juni 2021. "Sehingga di bulan Juli saat mulai tahun ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal kembali, saya kira targetnya itu," kata Jokowi saat meninjau proses vaksinasi guru di SMAN 70 Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

Hal senada diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, jika target vaksinasi untuk guru tercapai, maka proses belajar tatap muka di sekolah bagi siswa bisa terlaksana pada Juli 2021. "Kami ingin memastikan guru dan tenaga kependidikan sudah selesai vaksinasi di akhir Juni. Sehingga di Juli sudah melakukan proses belajar tatap muka di sekolah," ucap Nadiem.

Mendikbud menambahkan, nantinya belajar tatap muka tidak sepenuhnya 100 persen. Kegiatan pembelajaran akan dilakukan dengan sistem rotasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. "Mungkin tidak 100 persen. Tapi, paling tidak bisa saja dua atau tiga kali seminggu, atau dalam sistem rotasi," kata Nadiem Makarim.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved