Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Jam Belajar di Sekolah Diusulkan Ditambah, Disdikbud Aceh Tamiang Prioritaskan SMP

“Anak seusia SMP kami simpulkan lebih memahami bahaya Covid dibanding murid SD. Ini salah satu alasan mengapa kami memprioritaskan SMP,” kata Bambang.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Bambang Supriyanto saat meninjau salah satu SMP di Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu. Usulan penambahan jam belajar diprioritaskan untuk SMP. 

“Anak seusia SMP kami simpulkan lebih memahami bahaya Covid dibanding murid SD. Ini salah satu alasan mengapa kami memprioritaskan SMP,” kata Bambang, Senin (1/3/2021).

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, akan memprioritaskan usulan penambahan jam belajar hanya untuk tingkat SMP.

Hal ini dikemukakan Plt Kadisdikbud Aceh Tamiang, Zulfiqar melalui Kabid Dikdas, Bambang Supriyanto yang menilai pelajar SMP sudah mulai memahami bahaya dan mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, Bambang menilai materi pelajaran SMP membutuhkan bimbingan guru secara langsung agar lebih mudah dipahami.

“Anak seusia SMP kami simpulkan lebih memahami bahaya Covid dibanding murid SD. Ini salah satu alasan mengapa kami memprioritaskan SMP,” kata Bambang, Senin (1/3/2021).

Bambang berharap, penerapan disiplin protokkol kesehatan di SMP nantinya bisa menjadi rujukan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan memulihkan aktivitas di seluruh tingkatan sekolah.

“Disdikbud membenahi 58 SMP, 172 SD dan 123 TK. Harapannya, kalau SMP nantinya sudah mampu belajar penuh, bisa diikuti oleh TK dan SMP,” ucapnya. 

Baca juga: Update Corona Hari Ini; Kasus Positif Covid-19 di Aceh Capai 9.543 Orang, Begini Rinciannya

Usulan penambahan jam belajar ini disampaikan sejumlah kepala sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang, menyahuti permintaan dari wali murid.

Usulan ini tidak terlepas dari evaluasi pihak sekolah, atas lancarnya proses belajar tatap muka yang sudah memasuki bulan kedua.

Menurut Bambang, dalam proses belajar tatap muka yang dimulai sejak 4 Januari 2021, pihak sekolah maupun murid dinilai disiplin menjalankan protokol kesehatan selama berada di lingkungan sekolah.

“Selama dua bulan ini tidak ada kejadian luar biasa yang mengganggu proses belajar tatap muka, makanya wali murid dan kepala sekolah mengajukan usulan jam belajar ditambah,” kata Bambang. (*)

Baca juga: Firdaus Resmi Jabat Kajari Aceh Barat, S Muh Rukhsal Assegaf Pindah Tugas Jadi Kabag TU Kejati Jambi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved