Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Awasi Proses Tender, GeRAK Aceh Desak KPK-RI Turun ke Aceh Tenggara

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh,  Askhalani SHI, meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (BPK-RI) untuk segera turun ke..

For Serambinews.com
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh,  Askhalani SHI, meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (BPK-RI) untuk segera turun ke Aceh Tenggara mengawasi tender proyek.

"KPK-RI harus mengawasi tender proyek di Aceh Tenggara. Kita tidak ingin sampai terjadi praktek-praktek KKN dalam menentukan pemenang proyek di Aceh Tenggara," ujar Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada serambinews.com, Selasa (2/3/2021).

Kata Askhalani, selama ini mereka mendapat informasi dari warga dan medsos setelah proyek-proyek dimenangkan, maka pihak kontraktor akan lakukan jual beli proyek.

'Hal seperti ini, menurut Askhalani, kedepan tidak boleh terjadi, karena pekerjaan proyek bisa saja dikhawatirkan tidak selesai dikerjakan tepat waktu dan kualitas pekerjaan bisa diragukan.

Karena, disini terjadi jual beli proyek kepada pihak ketiga sebagai rekanan setelah proyek dimenangkan dalam proses tender. Sistem seperti ini tidak boleh karena mencari keuntungan yang bisa menimbulkan masalah dalam sebuah pekerjaan proyek. Contohnya,  pekerjaan proyek sebelumnya Jalan Muara Situlen Gelombang dan proyek lainnya.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani berharap dalam proses tender proyek di Agara bukan saja KPK, juga pelru melibatkan aparat kepolisian, kejaksaan, LSM agar publik percaya tender proyek benar-benar transparan dan terhindar dari praktek KKN, demi menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa tender sesuai prosedur terhadap para pemenang proyek dimaksud.(*)

Baca juga: Sudah 13 Hari tak Ada Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Lhokseumawe, Begini Data Dinkes

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Penerbangan di Bandara Malikussaleh Selama Maret 2021, Terbang Tiga kali Sepekan

Baca juga: Terjadi 13.654 Gempa Bumi Pada Tahun 2020, Kenapa Lebih Banyak dari Masa Lalu? Ini Penjelasan Ahli

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved