Breaking News:

Bupati Aceh Besar Panen Jagung di Lamteuba

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali bersama Kakanwil BPN Aceh, Dr Agustyarsyah SSiT SH MP melakukan panen bersama jagung Pioneer

FOTO MEDIA CENTER ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, bersama Kakanwil BPN Aceh, Agustyarsyah, dan Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan, melakukan panen perdana jagung Pioneer di Lambada, Kemukiman Lamteuba Senin (1/3/2021). 

JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali bersama Kakanwil BPN Aceh, Dr Agustyarsyah SSiT SH MP melakukan panen bersama jagung Pioneer seluas 40 hektare, Rabu (1/3/2021). Penanaman jagung ini merupakan program pemanfaatan lahan GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) di Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem.

Mawardi Ali selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Aceh Besar mengungkapkan, pemanfaatan lahan untuk pertanian ini dalam rangka mendukung program nasional untuk peningkatan ekonomi masyarakat. "Pemanfaatan lahan oleh masyarakat petani yang disupport oleh pemerintah serta terintegrasi dengan BPN dan BI ini bertujuan untuk terus meningkatkan ekonomi, khususnya petani setempat," ujarnya.

Bupati juga meminta agar masyarakat tidak menjual tanah, tetapi diberdayakan untuk pertanian dan akan bernilai ekonomis yang statusnya juga akan disertifikatkan oleh BPN. "Sekarang kita sudah nikmati hasilnya yang akan ditampung oleh PT Golden Media Utama yang diolah untuk pakan ternak di Blang Bintang, dan seterusnya pemanfaatan lahan harus ditingkatkan hingga 100 ha," pinta Mawardi Ali dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Aceh, Dr Agustyarsyah SSiT SH MP mengatakan, program yang diharapkan oleh Menteri BPN dalam rangka reformasi agraria untuk peningkatan ekonomi telah berjalan dengan baik, khususnya di Aceh Besar. "1 hektare panen per bulan, rata-rata bisa mencapai hasil bersih Rp 10 juta rupiah, dapat menghidupi petani di masa pandemi," katanya.

Sementara petani jagung setempat, Zakiati mengungkapkan bahwa penanaman jagung ini telah memiliki nilai tambah mereka dari sisi ekonomi, dengan harga jagung pioneer mencapai Rp 4.300/kg "Ya, sudah ada pendapatan dari jagung. Kita akan terus bertani jagung di sini karena sudah ada penampung," ujarnya saat ikut panen bersama.

Jagung pioneer sebagai bahan baku akan diolah oleh kilang jagung PT. Golden Media Utama untuk pakan ternak serta pemanfaatan batang jagung olahan non kimia untuk pakan ternak melalui program pendampingan oleh Bank Indonesia.

Hadir pada saat panen bersama Kakanwil BPN Aceh, Kapolres Aceh Besar, Dandim 0101 BS, Kakan Pertanahan Aceh Besar, Kadis Pertanian, Kepala Baitul Mall Aceh Besar, Direktur PT Golden Media Utama, Perwakilan Bank Indonesia, serta petani jagung setempat.(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved