Breaking News:

Ladang Ganja di Aceh Utara

Lima Hektare Ladang Ganja di Sawang Digerebek, 15.000 Batang Ganja Dibabat dan Dimusnahkan

Sementara untuk total jumlah tanaman ganja yang berhasil dibabat dan dimusnashkan personel, sebutnya, sebanyak 15.000 batang.

Serambi Indonesia
Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk pemusnahan ladang ganja di perbukitan Dusun Cot Rawatu, Gampong Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe bersama prajurit TNI, dan instansi terkait lainnya, kembali melakukan pemusnahan ladang ganja di perbukitan Dusun Cot Rawatu, Gampong Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Ini merupakan kali pertama tim gabungan melakukan pemusnahan ladang ganja sepanjang tahun 2021, dengan luas lahan yang ditemukan 5 hektare.

“Kali ini, personel gabungan berhasil mengidentifikasi keberadaan dua titik ladang ganja di Kecamatan Sawang,” jelas Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto didampingi Dandim Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto kepada Serambinews.com, Rabu (3/3/2021).

Tinggi pohon ganja yang berhasil ditemukan itu, beber Kapolres, cukup variatif mulai dari 50 cm sampai dengan 150 cm.

Sementara untuk total jumlah tanaman ganja yang berhasil dibabat dan dimusnashkan personel, sebutnya, sebanyak 15.000 batang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Personel Gabungan Temukan 5 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

Baca juga: 5 Anak Punk Aniaya Teman Perempuan hingga Tak Sadarkan Diri, Korban Dihajar dan Rambutnya Digunduli

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pedagang Organ Tubuh Satwa Dilindungi, Sita Taring, Kulit, hingga Bulu Burung

Terungkapnya kasus penanaman ganja ini berawal dari penyelidikan serta penangkapan satu tersangka pemilik ladang ganja berinisial M serta satu rekannya lagi berinisial F masih DPO.

Selain personel Polres Lhokseumawe, penggerekan ladang ganja juga melibatkan TNI, BNNK Lhokseumawe, Satpol PP, serta Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara.

Pemusnahan ladang ganja itu dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, dan Dandim Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, serta melibatkan sebanyak 150 personel.

Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan darat dari Polres Lhokseumawe menuju ke Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Namun untuk tiba di titik ladang ganja, harus melalui pendakian dengan lokasi medan yang cukup terjal dan memakan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan berjalan kaki.

Baca juga: Terhina Disebut Jadi Ngemis untuk Bertahan Hidup, Pak Tarno Bongkar Sumber Pendapatannya

Baca juga: Pria 25 Tahun Bacok Kepala Desa dan Anaknya, Pelaku Mengaku Mabuk Lem

Baca juga: Bayi Ini Meninggal Setelah Lalui Banyak Operasi, Telan Baterai Jam hingga Tenggorokan Berlubang

“Terima kasih semua personel serta unsur masyarakat atas sinergitas yang telah terjalin dalam peaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe berharap, dengan dilakukannya pemusnahan ladang ganja itu, masyarakat semakin peduli bahwa hingga saat ini penanaman dan peredaran gelap ganja dilarang.

“Ini sesuai dengan Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” papar Kapolres.(*)

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved