Mengenal Muntahan Paus atau Ambergris, Harganya Mahal hingga Miliaran Rupiah, Ini Manfaatnya
Saat dicoba dibakar, salah satu bagiannya meleleh, namun saat suhu kembali turun, benda itu akan kembali mengeras.
Mengapa harganya mahal?
Ambergris keluar dari perut paus dalam bentuk bongkahan besar dan kemudian mengapung di lautan.
Nah, saat mengapung di lautan dan terkena sinar matahari, ambergris yang mirip kotoran paus berubah mengeras menjadi seperti batu.
Meski pun berbau amis atau menyerupai bau ikan saat pertama kali diproduksi, namun muntahan paus akan mengalami perubahan aroma seiring berjalannya waktu.
Baunya akan menjadi manis dan berbau khas seperti tanah.
Oleh karenanya, muntahan paus sperma ini banyak dilirik oleh industri yang bergerak di bidang kosmetik dan parfum.
Baca juga: Wanita Ini Temukan Muntahan Paus Berharga Miliaran Rupiah, Bakal Kaya Mendadak
Baca juga: Temukan Muntahan Ikan Paus Seharga Rp 45,6 Miliar, Nelayan Ini Kaya Mendadak
Bahan parfum
Muntahan paus biasa dijadikan sebagai pengikat aroma pada parfum, dan wewangian langka, seperti musk.
Aroma yang sulit dideskripsikan ini berasal dari proses oksidasi dan penggabungan dari berbagai elemen, mulai dari matahari, pasir, udara, garam laut, mineral laut, dan air.
Bau khas ini banyak diinginkan oleh para pakar parfum di dunia.
Pemanfaatan pada produk parfum didukung oleh sifat ambergris yang juga bisa larut dalam beberapa jenis cairan dan minyak tertentu, dengan kecepatan penguapan yang lambat.
Keberadaan ambergris membuat aroma wangi pada parfum dapat bertahan lebih lama.
Selain itu, mengutip Whale Facts, ambergris juga dimanfaatkan sebagai aroma dupa, bahan pewangi dalam cerutu, pengobatan pilek, sakit kepala, melindungi individu dari wabah, dan kegunaan lain, baik bersifat fisik, mental, mau pun psikologis.
Perburuan paus
Ambergris diketahui juga bisa ditemukan dari dalam usus paus sperma tersebut, sebelum akhirnya dimuntahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/siriporn-niamrin-seorang-wanita-asal-thailand-ketika-menunjukkan-benda-muntahan-paus.jpg)