Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Sudah 14 Bulan tak Terima Gaji, Karyawan Segel Kantor PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe

Sebanyak 25 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ie Beusaree Rata Lhokseumawe mogok kerja pada Selasa (2/3/2021)

FOR SERAMBINEWS.COM
Karyawan PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe, menyegel kantor instalasi pengolahan air serta mematikan mesin suplai air PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe di Lhokseumawe, Rabu (3/3/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sebanyak 25 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ie Beusaree Rata Lhokseumawe mogok kerja pada Selasa (2/3/2021).

Hal itu dikarenakan selama 14 bulan mereka tidak menerima gaji.

Selain mogok kerja, karyawan juga mengunci kantor instalasi pengolahan air serta mematikan mesin suplai air PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe.

Menurut info yang diperoleh Serambinews.com, Rabu (3/3/2021) para karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Ie Beusaree Rata melakukan penyegelan pintu pagar kantor PDAM itu di kawasan Rancong, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, pada Selasa (2/2/2021).

Baca juga: H. Makmur Budiman, Ketua Kadin Aceh Meninggal Dunia di Jakarta

Aksi itu sebagai bentuk protes lantaran manajemen PDAM belum membayar gaji 37 karyawan selama 14 bulan.

Iskandar, karyawan PDAM Ie Beusare, mengatakan mogok karyawan tersebut bentuk kekecewaan kepada direktur yang dianggap telah mengabaikan hak-hak karyawan selama berbulan-bulan.

"Ini aksi spontanitas kekecewaan dari rekan-rekan terhadap direktur yang tidak dapat menyelesaikan tunggakan gaji karyawan sejak Januari 2020 hingga sekarang," kata Iskandar kepada Serambinews.com, Rabu (3/3/2021).

Menurut Iskandar yang menjabat sebagai Humas mengatakan, Direktur PDAM Ie Beusaree Rata tidak menciptakan suasana kondusif, sehingga mengakibatkan terjadinya kesenjangan diantara sesama karyawan.

Pihaknya juga menuntut agar direktur diganti dengan sosok yang dapat menciptakan suasana kondusif di dalam perusahaan.

Baca juga: KH Said Aqil Siradj Jadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia, Begini Tanggapan Ketua Umum PBNU

"Kami menuntut direktur diganti. Sudah tiga bulan beliau tidak masuk kantor di Bhatupat. Kami seperti anak ayam kehilangan induknya," kata Iskandar didampingi karyawan mogok lainnya.

Karyawan PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe, menyegel kantor instalasi pengolahan air serta mematikan mesin suplai air PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe di Lhokseumawe, Rabu (3/3/2021)
Karyawan PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe, menyegel kantor instalasi pengolahan air serta mematikan mesin suplai air PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe di Lhokseumawe, Rabu (3/3/2021) (FOR SERAMBINEWS.COM)

Ditambahkannya, para karyawan juga sangat menyesalkan ketika dikeluarkan statement oleh Direktur PDAM, apabila ada keluar bantuan dana APBK Lhokseumawe untuk membantu PDAM pada tahun 2021, maka gaji karyawan yang menunggak itu tidak akan dibayarkan.

“Karena tidak ada tanggapan kami terpaksa melakukan aksi dan juga menghentikan operasional suplai air (PDAM) untuk wilayah Kecamatan Muara Satu.

Kita hentikan dari juru bayar kasir, kantor kami tutup (segel) dan juga pengolahan," pungkasnya. (*)

Baca juga: VIRAL Merasa Sakit Swab Tes, Pemuda Hampir Tumbuk Tim Medis, Tapi Akhirnya jadi Lucu

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved