Breaking News:

Salam

Harusnya Kepulauan Banyak Boleh Dibuat Seperti Maldives

Amine Abid, Direktur Eksekutif Murban Energi, Uni Emirat Arab (UEA) dua hari lalu berkeliling gugusan pulau‑pulau di Kepulauan Banyak

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Amine Abid Direktur Eksekutif Murban Energi, Uni Emirat Arab (UEA) makan bersama Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid di kantin objek wisata Nago Resort Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Rabu (3/3/2021) 

Amine Abid, Direktur Eksekutif Murban Energi, Uni Emirat Arab (UEA) dua hari lalu berkeliling gugusan pulau‑pulau di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. "Mr Amine sangat puas dan tertarik setelah keliling melihat pulau‑pulau yang jadi lokasi investasi," kata Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid.

Mengenai keseriusan Murban Energi berinvestasi sektor pariwisata di Kepulauan Banyak, Bupati mengatakan, sangat tertarik. "Mr Amine tentu akan lapor kepada bosnya. Nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut," kata Dulmusrid.

Ya, siapapun yang ingin daerahnya maju, terutama sektor pariwisata, tentu tak sabar menunggu masuknya investor dan membangun pulau-pulau di Kepulauan Banyak menjadi daerah wisata yang menjadi incaran para pelancong internasional. Namun, para pemilik modal tentu tak hanya melihat faktor keindahan alam dalam berinvestasi. Terlalu banyak faktor yang akan mereka pertimbangkan sebelum memutuskan menggelontorkan uangnya ke suatu daerah.

Dan, menjadi daerah minus seperti Aceh ini, telah memaksa para bupati dan wali kota berlomba-lomba “memburu” investor, mulai bidang industri, pertambangan, periwisata dan lain.

Penanaman modal domestik dan asing menjadi bagian penting sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Yakni, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu sistem perekonomian yang berdaya saing.

Yang menjadi catatan penting adalah penyelenggaraan penanaman modal hanya dapat tercapai apabila faktor penunjang yang menghambat iklim penanaman modal dapat diatasi. Antara lain melalui perbaikan koordinasi antarinstansi Pemerintah Pusat dan daerah, penciptaan birokrasi yang efisien, kepastian hukum di bidang penanaman modal, biaya ekonomi yang berdaya saing tinggi, serta iklim usaha yang kondusif di bidang ketenagakerjaan dan keamanan berusaha.

Tantangan bagi gubernur, bupati, dan para wali kota adalah bagaimana meningkatkan minat calon‑calon investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di Aceh. Upaya ini dipengaruhi berbagai faktor yang kita sebut tadi. Yakni, kepastian hukum, stabilitas politik dan keamanan, serta kebijakan pemerintah. Faktor‑faktor ini memerlukan perhatian khusus dalam rangka meningkatkan investasi di suatu daerah.

Aceh, mestinya belajar serius ke Maladewa atau Maldives. Negara superkecil yang seratus persen penduduknya muslim ini bisa sukses membangun pariwisata yang menjadi incaran wisatawan mancanegara.

Maladewa merupakan negara kecil yang memiliki sekitar 1.191 pulau kecil‑kecil yang `berserakan` di Samudra Hindia (dekat atau bawah India dan Srilangka). Pulau terbesarnya seluas dua kilometer persegi atau 200 hektar saja. Hanya lima pulau yang berpenghuni.

Jumlah penduduk Maladewa hanya 250 ribu jiwa. Malé, ibu kota Maladewa, adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved