Breaking News:

Opini

Membangun Generasi Rabbani

Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu bangsa

Membangun Generasi Rabbani
Dr. Tgk Abdul Gani Isa, SH, M.Ag,  Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh

Oleh Dr. Tgk Abdul Gani Isa, SH, M.Ag,  Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh

Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu bangsa. Apakah pergantian itu lebih baik atau lebih buruk dari generasi sebelumnya tergantung pada kesungguhan dalam mempersiapkan pengkaderan generasi yang akan datang.

Jika dipersiapkan dengan baik insya Allah akan menghasilkan suatu generasi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya jika asal-asalan akan menghasilkan suatu generasi yang lebih buruk dari generasi pendahulunya.

Jika kita perhatikan kondisi pada akhir-akhir ini, jelas terlihat adanya gejala demoralisasi di masyarakat. Kejahatan dan kekerasan hampir menjadi konsumsi kita setiap hari di surat kabar dan televisi. Perzinahan, aborsi dan kasus kecanduan narkoba menduduki peringkat tertinggi yang terjadi pada generasi muda.

Selain itu arus informasi yang masuk hampir tanpa batas, seperti mode/gaya hidup orang barat, telah diadopsi tanpa filter (saringan) dan dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan kebanggaan.

Fenomena ini hendaknya dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita. Apakah selama ini kita menjaga diri, keluarga dan masyarakat di sekitar kita agar tidak terkena dampak demoralisasi. Ataukah selama ini kita lupa dan melalaikannya. Padahal, Allah dengan jelas memberikan perintah kepada kita dalam firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka". (At-Tahrim: 6).

Kita harus mewaspadai gejala ini, sebab jika tidak, akan menimbulkan preseden buruk bagi generasi yang akan datang. Kita bisa membayangkan seperti apa jadinya generasi yang akan datang jika generasi sekarang seperti ini.

Dan inilah yang Allah gambarkan sebagai generasi yang buruk, suatu generasi yang akan membawa pada kehancuran dan kesesatan. Allah berfirman, "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan". (Maryam: 56).

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa ada dua karakter utama dari generasi yang buruk, yaitu adla'ush-shalah (menyia-nyiakan shalat) dan `wattaba'usy-syahwat (memperturutkan hawa nafsu).

Ciri generasi buruk

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved