Breaking News:

Berita Aceh Besar

Tanaman Padi Kekeringan di Aceh Besar Terus Bertambah, Distanbun dan BPTPHP Aceh Pinjamkan Pompa Air

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jafar, menyampaikan hal ini kepada Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Khairil

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Plt Kadistanbun Aceh, Ir Khairil, bersama Kepala BPTPHP Aceh, Zulpadli, dan Kabid Produksi Safrizal, serta Kadistan Aceh Besar, Jafar, tinjau lokasi pompanisasi di salah satu gampong di Aceh Besar, Jumat (5/3/2021) 

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jafar, menyampaikan hal ini kepada Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Khairil, saat melihat langsung padi kekeringan di Kecamatan Kuta Cot Glie. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Luas tanaman padi tadah hujan yang kekeringan di Aceh Besar terus bertambah tiap minggunya. 

Misalnya di Kecamatan Kuta Cot Glie, Seulimum, Kuta Baro, dan Baitussalam. 

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jafar, menyampaikan hal ini kepada Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Khairil, saat melihat langsung padi kekeringan di Kecamatan Kuta Cot Glie. 

Kunjungan ini dilakukan pada Jumat (5/3/2021). 

“Di Kecamatan Kuta Cot Glie saja, tanaman padi berstatus kondisi waspada kekeringan seluas 880 hektare.

Dari seluas itu, yang bisa diselamatkan melalui pompanisasi sekitar 40 persen.

Kalau seluas 60 persen tanaman padi gagal panen, kerugian petani bisa mencapai Rp 10 miliar - Rp 15 miliar/musim tanam,” ungkap Jafar. 

Baca juga: Video Ayah Penggal Kepala Putrinya Berusia 17 Tahun, Pelaku Bawa Kepalanya ke Kantor Polisi

Jafar menjelaskan dalam kondisi panen normal, sawah di Kuta Cot Glie ini bisa menghasilkan produksi gabah rata-rata 5 ton per hektare. Pada saat panen harga gabah biasanya Rp 4.700/Kg – Rp 4.900/kilogram. 

Halaman
1234
Penulis: Herianto
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved