Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Wujud Komitmen Dukung BAS, Bupati Bireuen Tambah Modal Rp 4 Miliar untuk Bank Aceh Syariah

Sebelumnya, modal Pemkab Bireuen di PT BAS sebesar Rp 22.468.840.000. Dengan penambahan Rp 4 miliar.

DOK BANK ACEH SYARIAH BIREUEN
Bupati Bireuen bersama Ketua DPRK Bireuen dan pejabat lainnya foto bersama dengan jajaran pimpinan BAS seusai menyerahkan tambahan modal kepada bank tersebut di Kantor Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, Kamis (4/3/2021). 

Sebelumnya, modal Pemkab Bireuen di PT BAS sebesar Rp 22.468.840.000. Dengan penambahan Rp 4 miliar, kini totalnya menjadi Rp 26.468.840.000. Penyertaan modal tersebut tuntutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Pemkab Bireuen untuk Bank Aceh Syariah. Hal itu juga didasarkan pada Qanun Nomor 2 Tahun 2020 Tanggal 12 Agustus 2020 tentang Penyertaan Modal Pemkab Bireuen pada PT Bank Aceh Syariah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen komit mendukung PT Bank Aceh Syariah (BAS). Salah satu bentuk komitmen itu diwujudkan dengan menambah modal Rp 4 miliar untuk bank daerah tersebut.

Modal tambahan itu diserahkan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, bersama Ketua DPRK Rusyidi Mukhtar SSos, kepada Direktur Utama Bank Aceh Syariah yang diwakili Direktur Dana dan Jasa, Amal Hasan. Acara tersebut turut disaksikan tim Bank Aceh Syariah Pusat, Sekdakab Bireuen bersama unsur Forkopimda dan para kepala SKPK setempat, serta relasi PT BAS Cabang Bireuen.

Penyerahan tersebut berlangsung di sela-sela serah terima jabatan pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, di gedung pertemuan bank tersebut, Kamis (4/3/2021). Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen diserahterimakan dari M Hendra Supardi kepada Junaidi Ramli.

M Hendra Supardi mendapat promosi dengan pindah tugas ke Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh. Sedangkan Junaidi Ramli sebelumnya bertugas di Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya).

Sebelumnya, modal Pemkab Bireuen di PT BAS sebesar Rp 22.468.840.000. Dengan penambahan Rp 4 miliar, kini totalnya menjadi Rp 26.468.840.000. Penyertaan modal tersebut tuntutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Pemkab Bireuen untuk Bank Aceh Syariah. Hal itu juga didasarkan pada Qanun Nomor 2 Tahun 2020 Tanggal 12 Agustus 2020 tentang Penyertaan Modal Pemkab Bireuen pada PT Bank Aceh Syariah.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, mengatakan, penyertaan modal merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya guna peningkatan pelayanan Bank Aceh Syariah kepada masyarakat khususnya terkait pinjaman maupun bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penyertaan modal ini, tambah Bupati, juga bagian dari peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD) Bireuen dari PT Bank Aceh Syariah yang setiap tahun terus meningkat. “Tahun lalu, kalau tak salah PAD dari PT BAS untuk Pemkab Bireuen mencapai Rp 5 miliar,” ujar Muzakkar.

Bahkan, menurut Bupati, hampir setiap tahun Bank Aceh Syariah melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR)-nya membantu masyarakat Bireuen melalui berbagai program seperti membangun rumah layak huni bagi kaum duafa dan menyalurkan bantuan modal usaha untuk pelaku usaha kecil. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved