Breaking News:

Opini

Kenapa Wabah Korupsi Lestari?

Prestasi negara dan masyarakat yang terbanyak korupsi sepertinya sudah melekat pada kita

DR. RITA KHATHIR, STP., M.SC, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah 

OLEH DR. RITA KHATHIR, STP., M.SC Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah

Prestasi negara dan masyarakat yang terbanyak korupsi sepertinya sudah melekat pada kita. Kenapa? Sedangkan kita semua pasti tidak mau menyandang gelaran sebagai `koruptor'.

Fenomena ini perlu kajian khusus para ahli supaya ketemu akar permasalahannya, supaya ketemu sumber penyakitnya dan akhirnya supaya ketemu obat penawarnya.

Berita utama Serambi 01/03/2021 tentang profesor peraih gelar penghargaan antikorupsi tertangkap tangan melakukan kegiatan yang disinyalir korup sungguh menyayat hati. Jauh sebelumnya, orang nomor 1 Aceh juga pernah mengalami hal yang sama.

Apakah ini suatu sinyal bahwa negeri kita sudah sedemikian ambruk? Terutama bagi kita masyarakat Aceh yang notabene sedang melaksanakan syariat Islam? Apakah kita tidak dalam status darurat moral atau akhlak? Apakah kita tidak sedang mengkhianati syariat Islam itu sendiri?

Dalam KBBI, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Ruang lingkup korupsi sebenarnya jauh lebih luas meliputi penggelapan, penyuapan, pemerasan, kecurangan, dan favoritsm.

Perilaku korup akan diaplikasikan oleh orang yang tidak jujur dan tidak adil. Faktor internal yang menyebabkan korupsi adalah sifat geureuda (tamak) dan gaya hidup konsumtif.

Sedangkan faktor eksternalnya adalah ekonomi, politik, organisasi, dan hukum. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, pembenahan mental korup dilakukan dengan perbaikan akhlak dan ilmu pengetahuan. Seorang manusia akan sangat berat melawan musuh dalam dirinya (nafs) maupun musuh dari luar, untuk menjadikannya sebagai individu yang istiqamah dalam kebaikan dan ketaqwaan, apabila tidak ada pendidikan yang melahirkan keimanan yang kuat.

Korupsi seperti makanan hari-hari, di mana kita melakukannya dengan mudah, entah karena kita menganggapnya boleh, mendesak, terpaksa, atau karena menganggapnya sebagai strategi. Memahami kelestarian korupsi dalam masyarakat kita, kita perlu membicarakan tentang korupsi yang terjadi mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas.

Waw, kegiatan apa yang tergolong korupsi yang berlaku dalam masyarakat? Dalam pendistribusian barang subsidi seperti gas dan beras, masyarakat dengan mudah dapat melakukan korupsi yaitu dengan memperjualbelikan barang subsidi tersebut sehingga penerima manfaat yang seharusnya menerima dengan HET harus membayar lebih mahal karena praktek korupsi oleh sebagian orang.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved