Breaking News:

Bulog Aceh Andalkan Beras Lokal

Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, pihaknya masih mengandalkan beras dari petani lokal untuk pengadaan stok

Persedian Beras Bulog Aceh 

* Pengadaan Stok Pangan

BANDA ACEH - Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, pihaknya masih mengandalkan beras dari petani lokal untuk pengadaan stok pangan Aceh tahun 2021. Sementara jumlah beras untuk kebutuhan pangan di Tanah Rencong mencapai 16.200 ton.

Irsan sendiri mengaku hingga Maret ini, pihaknya belum pernah mengusulkan impor ke pusat dalam program pengadaan beras. “Bulog Aceh masih tetap mengandalkan pembelian beras hasil panen petani lokal,” katanya, Minggu (7/3/2021).

Dijelaskan, kebijakan pemerintah pusat akan mengimpor beras tahun ini mungkin untuk menjaga stok pangan nasional untuk beberapa daerah. Langkah itu juga sebagai upaya untuk stabilitas harga pangan. Tapi untuk Aceh, Bulog Aceh belum berpikir untuk minta beras impor. “Andalan kita dalam pengadaan stok pangan, membeli beras petani sesuai harga dan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” tegas Irsan.

Sampai saat ini, sebutnya, jumlah pengadaan beras nasional untuk Aceh yang sudah dibeli dari mitra kerja Bulog mencapai 2.200 ton, atau 17,46 persen dari target 12.600 ton. Beras sebanyak itu, pembeliannya didominasi dari wilayah Aceh Barat dan Aceh Barat Daya (Abdya) yang kini sedang panen.

Dikatakan, Bulog Aceh tidak membeli langsung hasil panen petani, tapi melalui mitra kerja, yaitu pabrik penggilingan yang ada di daerah yang sedang panen.

Dengan adanya tambahan pengadaan beras lokal, sebut Irsan, stok beras yang dikuasai Bulog Aceh sementara ini ada sekitar 10.000 ton, yang tersebar di berbagai gudang Bulog, seperti di Lambaro (Aceh Besar), Meureudu (Pidie Jaya), Pidie, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Meulaboh (Aceh Barat), Blangpidie (Abdya) dan lainnya.   

Stok sebanyak itu akan digunakan untuk ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) beras di pasar dan bantuan sembako. Untuk KPSH harga jual beras Bulog kualitas medium di lepas ke pasar Rp 8.600/kg. Kualitas premium Rp 10.500-Rp 11.000/kg.

Sementara terkait perkembangan harga beras, Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar mengatakan, harga gabah di tingkat petani bervariasi, antara Rp 4.200-Rp 4.400/kg. Begitu juga harga beras medium, antara Rp 9.300-Rp 9.600/kg.

Di Aceh Barat yang sedang panen, sebutnya, harga gabah Rp 4.200-Rp 4.500/kg dan beras Rp 8.700-Rp 9.500/kg. Sementara untuk daerah yang belum panen, harga beras sedikit lebih tinggi. Di Pidie misalnya, harga beras berkisar Rp 10.000-Rp 12.000/kg.  “Banda Aceh dan Aceh Besar, karena tanaman padinya minggu depan mau panen, harga beras stabil Rp 9.000-Rp 10.000/kg,” ujar Cut Yusminar.

Target Produksi 2 Juta Ton

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, pada tahun 2021 ini menarget produksi gabah sekitar 2.038.690 ton. Prediksi sebesar itu didasarkan dari rencana luas tanam 379.439 hektare dan luas panen 360.467 hektare, dengan tingkat produktivitas 5,6 ton/hektare.

Plt Kadistanbun Aceh, Ir Khairil mengatakan, untuk produksi pangan beras, pihaknya tidak begitu terlalu khawatir. Karena, pada tahun lalu, saat pandemi Covid 19, produksi gabah dan beras Aceh meningkat. Gabah naik 42.875 ton dan beras naik 24.457 ton.

Kenaikan gabah dan beras yang kita sebutkan itu, kata Khairil, sudah diperkirakan pihak BPS. Tahun 2019 lalu produksi gabah Aceh sekitar 1.714.436 ton, tahun 2020 naik 42.875 ton menjadi 1.757.313 ton. Sedangkan beras tahun 2019 lalu 982.570 ton, tahun 2020 naik sebanyak 24.573 ton menjadi 1.007.143 ton.

Kenaikan produksi gabah dan beras Aceh dalam dua tahun terakhir ini, kata Khairil, karena bertambahnya luas tanam.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved