Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan SDM

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menerangkan pentingnya penggunaan dana desa

Editor: hasyim
Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan SDM
FOTO IST
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (1)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menerangkan pentingnya penggunaan dana desa untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu disampaikan Abdul Halim Iskandar saat berdiskusi dengan jajaran redaksi Tribun Network, Senin (8/3/2021).

Halim menjelaskan pentingnya perencanaan pembangunan berbasis masalah, bukan berbasis keinginan.  "Kalau ingin melakukan pembangunan berbasis masalah, maka kita harus punya data detail," ujar Halim. Jika bicara tentang desa, sambung dia, tidak bisa hanya menggunakan data makro, namun harus menggunakan data mikro.

Halim menyontohkan ketika bicara data kemiskinan harus jelas siapa orangnya dan di mana tempatnya. "Termasuk bicara data tentang kesehatan masyarakat, siapa yang kena stunting, orangnya di mana, kondisinya bagaimana. Siapa warga yang terkena penyakit kronis dan menahun. Alamatnya mana. Itu harus detail. Itu yang disebutnya sebagai data mikro,” tuturnya. Berikut petikan wawancara khusus Tribun Network dengan Abdul Halim Iskandar.

Bagaimana kegiatan di desa-desa selama pandemi Covid-19? Lalu apa saja yang sedang dikerjakan Kementerian Desa PDTT?

Pada saat saya dipanggil Pak Presiden tanggal 22 Oktober 2019, terkait penugasan sebagai Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, ada dua catatan dari Pak Presiden. Pertama, Pak Presiden mensinyalir bahwa dana desa masih dirasakan oleh sebagian elite desa, belum oleh seluruh warga desa. Makanya, Pak Presiden berpesan dana desa harus semaksimal mungkin dirasakan oleh seluruh warga desa.

Saya terjemahkan merasakan ada dua, yaitu menikmati dan mengetahui. Jadi misalnya untuk kelas tertentu depan rumahnya sudah bagus jalannya, listriknya sudah bagus, irigasinya sudah bagus. Maka mereka harus mengetahui pembangunan desa itu banyak yang menggunakan dana desa. Yang kedua menikmati dari jalan depan rumah tidak bagus menjadi bagus. Dari tidak ada listrik menjadi ada listrik. Dari kebijakan kepala desa menggunakan desa. Dari irigasi pertanian tidak bagus menjadi bagus.

Itu yang saya sebut menikmati. Sehingga dua hal inilah yang menjadi fokus harapan kita. Yang pertama mengetahui itu kuncinya sosialisasi. Yang kedua yang disampaikan oleh Pak Presiden adalah bagaimana dana desa digunakan untuk dua hal. Pertama pertumbuhan ekonomi, yang kedua peningkatan sumber daya manusia. Nah dua kata kunci ini terus saya pegang untuk melangkah mewujudkan visi misi presiden termasuk keinginan cita-cita presiden membangun Indonesia dari pinggiran atau dari desa.

Kemudian, saya gunakan untuk memudahkan menjelaskan kepada warga masyarakat ketika bertanya, dana desa itu bisa dipakai apa sih? Kalau saya jawab satu per satu repot. Saya jawab singkat, dana desa bisa digunakan apa saja kecuali yang dilarang.

Saya ingin membangun cara berpikir yang simpel termasuk kepada para kepala desa. Awal-awalnya mereka bingung, kok tidak jelas gini. Saya jelaskan dana desa bisa digunakan apa saja, apa saja boleh, kecuali yang dilarang. Saya tidak akan ngomong yang dilarang, karena yang dilarang itu sedikit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved