Berita Bireuen

Musim Kemarau, BPBD Imbau Warga Bireuen tak Bakar Lahan Cegah Karhutla

Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bireuen, masyarakat  diimbau supaya tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Apalagi

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Kalak BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra SSTP. 

Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bireuen, masyarakat  diimbau supaya tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Apalagi, saat ini kondisi musim kemarau.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bireuen, masyarakat  diimbau supaya tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Apalagi, saat ini kondisi musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Teguh Mandiri Putra SSTP  usai  apel gelar pasukan dalam rangka pencegahan dan penanganan Karhutla, Selasa (09/03/2021)  dihalaman Pendopo Bupati Bireuen.

BPBD  mengimbau kepada masyarakat atau petani yang membuka lahan, supaya dapat diperhatikan aspek-aspek lingkungannya.

Jangan membakar sembarangan lahannya, dapat saling menjaga, dan hindari sedini mungkin terjadi kebakaran.

"Mencegah Karhutla kita tetap utamakan sosialisasi dan edukasi bekerjasama dengan TNI-POLRI, untuk menumbuhkan kesadaran warga ini  penting," sebut Kalaksa BPBD yang juga mengimbau bagi warga di pemukiman agar hati-hati membakar sampah.

Baca juga: VIDEO - Kisah Pencari Suaka di Eropa, Sudah Enam Tahun Ahmed Melanglangbuana Tak Tentu Arah

Dijelaskan, dalam penanganan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, untuk sarana dan prasarana dimiliki BPBD Bireuen saat ini belum memadai.

Begitupun dengan fasilitas yang ada, namun BPBD  tetap berupaya agar Karhutla jangan sampai terjadi di Bireuen.

"Upaya pencegahan lebih kita utamakan, karena ketika sudah memadamkan
api itu sudah susah dilakukan masuk ke dalam. Untuk itu kita bekerjasama dengan Polri memiliki aplikasi Lancang Kuning yang bisa memantau titik-titik api, apabila ada kejadian Karhutla," jelasnya.

Untuk mobil pemadam dimiliki BPBD Bireuen, saat ini  berada tiga pos di Kota
Bireuen, Kutablang, Simpang Mamplam.

Ada tujuh unit antara lain, empat armada Fire Fighter dan tiga mobil tangki air untuk membantu penyuplaian air pemadam saat terjadinya kebakaran.

Kalaksa BPBD Teguh Mandiri Putra juga mengharapkan, kepada masyarakat
jika mengetahui terjadi kebakaran, agar dapat segera melaporkan ke petugas pemadam.

"Ke depan kita akan membuat inovasi agar masyarakat mudah melaporkan seperti E-Damkar kita adopsi dari Damkar Kota Medan," pesannya. (*)

Baca juga: Nelayan Tetap Mengais Rezeki untuk Keluarga 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved