Update Corona di Abdya

Satu Pasien Probable Covid-19 di Abdya Meninggal, Hasil Swab Negatif

Sedangkan satu pasien probable lainnya diperbolehkan pulang karena tidak ada lagi gejala.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Safliati SST MKes, Kepala Dinas Kesehatan Abdya 

Sedangkan satu pasien probable lainnya diperbolehkan pulang karena tidak ada lagi gejala.

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satu dari dua pasien probable atau Dalam Perawatan (PDP) karena bergejala Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan Aceh Barat Daya (RSUTP Abdya) meninggal. 

Sedangkan satu pasien probable lainnya diperbolehkan pulang karena tidak ada lagi gejala.

Namun, hasil pemeriksaan Swab di laboratorium, terhadap kedua pasien Probable tersebut dinyatakan negatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes, menyampaikan hal ini saat dihubungi Serambinews.com, Rabu (10/3/2021). 

Menurutnya satu pasien probable yang meninggal dunia berinisial Th (72), warga salah satu desa di Kecamatan Jeumpa.

“Almarhum meninggal hari Senin setelah dirawat di RSUTP Abdya sejak 6 Maret lalu.

Pemeriksaan sampel swab terhadap pasien Th yang diambil sebelum meninggal dunia, hasilnya dinyatakan negatif,” kata Safliati.

Baca juga: Anda Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 13? Ini Cara Ikut Pelatihan Kartu Prakerja

Baca juga: Satlantas Polres Nagan Raya dan Disdik Jalin Kerja Sama Pendidikan Lalulintas untuk SD dan SMP

Baca juga: VIRAL Pemuda Mengaku Orang Tuanya Punya Kembaran, Sebut Saling Menikah hingga Jadi Keluarga Besar 

Satu lagi pasien probable yang dirawat di RSUTP Abdya sejak 6 Maret lalu, berinisial Am (52), laki-laki warga salah satu desa di Kecamatan Susoh.

“Info dari rumah sakit, pasien Am sudah diperbolehkan pulang, dan pemeriksaan sampel swab bersangkutan, hasilnya juga negatif,” ungkap Kepala Dinkes Abdya, itu.

Dengan meninggalnya Th, maka pasien probable di Abdya yang meninggal dunia bertambah menjadi 5 orang dari total 51 pasien yang bergejala. 

Hal ini sesuai data terbaru sejak Maret 2020 hingga kini.    

Lima pasien probable yang meninggal dunia, yaitu satu  warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, satu warga asal Jakarta Selatan, satu warga Kecamatan Susoh.

Terakhir satu warga Kecamatan Jeumpa.

Pasien Probable berjumlah 51 orang, sejumlah 46 orang dinyatakan sembuh, setelah dirawat di rumah sakit, yang bersangkutan tidak ada lagi bergejala Covid-19.

“Untuk sementara hingga Selasa sore, tak ada lagi pasien Probable yang dirawat,” kata Safliati.     

Nihil Kasus Baru Positif Covid-19 Selama Tiga Bulan

Semenatara itu, selama tiga bulan terakhir atau sejak 10 Desember 2020 lalu hingga, Rabu (10/3/2021), tidak ditemukan lagi kasus baru warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya.

Selain itu, juga tidak ditemukan warga yang masuk data Suspek (ODP) Covid-19 kurun waktu selama lebih tiga bulan terakhir di Kabupaten Abdya, meliputi sembilan kecamatan mulai Babahrot hingga Lembah Sabil.  

Namun, dua pasien baru Probabale atau Pasien Dalam Perawatan (PDP), masih menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya hingga Selasa, hari ini. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes, membenarkan tidak ada penambahan kasus baru warga tekonfirmasi Positif Covid-19 selama tiga bulan terakhir atau sejak 10 Desember tahun lalu.

Berdasarkan update data sejak Maret hingga 10 Desember 2021 lalu, diketahui bahwa  warga Kabupaten Abdya yang terkonfirmasi Positif Covid-19 berjumlah 95 orang.

Dari total 95 warga Abdya terkonfirmasi Positif Covid-19, sebanyak 87 pasien berhasil sembuh setelah menjalani rawatan di rumah sakit dan isolasi di rumah.

Sedangkan 8 pasien lainnya meninggal dunia. 

Sebanyak 87 pasien positif dinyatakan sembuh itu setelah mereka menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan RSUTP Abdya, beberapa orang diantaranya menjalani isolasi di rumah setelah dirawat di rumah sakit.

Sementara 8 pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.

Safliati juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya menjelaskan bahwa daerah dengan sembilan wilayah kecamatan itu, juga tidak ditemukan lagi warga yang masuk data Suspek (ODP) Covid-19, kurun waktu lebih tiga bulan terakhir.

Update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, Seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak lebih tiga bulan lalu atau sejak November 2020 lalu.

Kepala Dinkes Abdya, Safliati mengingatkan meski penyebaran Covid-19 di Abdya berhasil ditekan untuk sementara, tapi warga diimbau tak lengah dalam penerapan protkes.

Apalagi Kabupaten Abdya, juga masih bertahan status Zona Kuning penyebaran Covid-19.

Zona resiko rendah penyebaran Covid-19  bertahan selama lebih satu bulan terakhir atau sejak minggu keempat  Januari 2021.  

Kabupaten Abdya sempat bertahan zona kuning selama hampir tiga bulan, sebelum berubah menjadi zona oranye pada minggu ketiga Januari lalu.

Kemudian kembali menjadi zona kuning pada pekan keempat Januari,  dan status itu bertahan hingga pekan terakhir Februari 2021, ini. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved