Breaking News:

Berita Banda Aceh

Disnak Aceh Serahkan Burung Julang Emas dan Elang Kepada BKSDA

BANDA ACEH - Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi bersama staf bagian aset Kantor Gubernur Aceh, Darma, pada hari Kamis (11/3/2021) menyerah

Penulis: Herianto | Editor: Hari Teguh Patria
Kadisnak Aceh, drh Rahmandi M.Si, sedang menandatangani berita acara serah terima 8 ekor burung elang ke BKSDA Aceh, Kamis (11/3/2021) di rumah dinas Wagub Aceh, Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi M.Si bersama staf bagian aset Kantor Gubernur Aceh, Darma, pada hari Kamis (11/3/2021) menyerahkan delapan ekor burung yang dipelihara di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Kedelapan burung yang diserahkan kepada BKSDA adalah seekor burung Rangkong Julang Emas (Rhyticeros undulatu), seekor Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), 3 ekor Elang Bondol (Haliastur indus) dan 3 ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus).
“Delapan ekor burung itu kita serahkan secara sukarela ke BKSDA untuk pelestarian selanjutnya“, kata Rahmandi, usai acara penyerahan kepada BKSDA di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh.

Burung-burung itu, tegas Rahmandi kembali, diserahkan secara sukarela kepada BKSDA, karena Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah sangat menyadari, bahwa jenis burung tersebut, masuk dalam jenis burung langka yang dilindungi oleh undang-undang, karena populasinya sudah hampir punah.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Aceh, Erwan Candra Jaya didampingi staf tehnis BKSDA, drh Taing Lubis MM yang menerima penyerahan burung Julang Emas dan elang secara sukarela itu mengatakan, sangat mengapresiasi sikap yang diambil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan burung elang tersebut. “Ini akan menjadi contoh kepada masyarakat lain yang ada memelihara satwa langka yang dilindungi undang-undang, untuk menyerahkannya kepada BKSDA Aceh”, ujarnya.

Dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, pada Pasal 21 ayat 2, disebutkan, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan meniagakan satwa dilindungi, baik dalam keadan hidup maupun mati, seperti gajah, harimau, burung elang dan lainnya.

Kecuali kepada pihak yang telah diberi izin dan wewenang untuk memihara, menangkar dan mengembangan populasinya oleh lembaga berwenang, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA dan lainnya.

Erwan Candra Jaya dan drh Taing Lubis MM mengatakan, delapan ekor burung yang diserahkan Kadisnak Aceh kepada BKSDA Aceh, akan dititipkan pemeliharaan sementaranya di Taman Rusa, Aceh Besar.

Delapan burung itu akan dititipkan di Taman Rusa, karena Taman Rusa sudah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Lembaga Konservasi Taman Satwa.

Pihak BKSDA menambahkan, delapan burung yang diserahkan Gubernur Aceh kepada BKSDA secara sukarela itu, kondisinya benar-benar sehat. “Ini artinya pemeliharaan delapan burung itu, dilakukan sangat baik. BKSDA mengucapkan terima kasih atas pemeliharaan yang sangat baik selama ini,” demikian Taing Lubis.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved