Breaking News:

Luar Negeri

Fosil Tengkorak Nenek Moyang Gajah di Turki, Berusia 7,5 Juta Tahun Jenis Choerolophodon Pentelici

Fosil tengkorak berumur 7,5 juta tahun jenis Choerolophodon Pentelici atau dikenal sebagai nenek moyang gajah yang ditemukan di Turki.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Anadolu Agency
Fosil tengkorak berumur 7,5 juta tahun jenis Choerolophodon Pentelici atau dikenal sebagai nenek moyang gajah yang ditemukan di Turki menjadi penemuan yang signifikan dan berharga dalam ilmu pengetahuan. 

SERAMBINEWS.COM - Fosil tengkorak berumur 7,5 juta tahun jenis Choerolophodon Pentelici atau dikenal sebagai nenek moyang gajah yang ditemukan di Turki menjadi penemuan yang signifikan dan berharga dalam ilmu pengetahuan.

Fosil purbakala itu ditemukan di Bendungan Yamula, Kayseri Turki tepatnya 2020 tahun lalu dan penelitian dilakukan oleh para ahli Proboscide (ordo taksonomi yang terdiri dari satu famili yang masih hidup Elephantidae dan beberapa famili yang sudah punah).

Juha Saarinen, seorang profesor di Departemen Geosains dan Geografi Universitas Helsinki datang ke Kayseri dan menyelesaikan pemeriksaan terakhir pada tengkorak tersebut.

Oksan Basoglu, kepala tim penggalian yang terus bekerja di lokasi penemuan, memberi tahu walikota kota, Memduh Buyukkilic, tentang proses tersebut.

Baca juga: Musim Kemarau di Wilayah Pesisir Timur Aceh Diprediksi Sampai April 2021 

Baca juga: Masyarakat Harus Manfaatkan Peluang dari Investasi UEA di Aceh Singkil, Ini Pesan Wakil Bupati

Basoglu mengatakan ilmuwan Finlandia Saarinen telah mengerjakan penelitian terkait penemuan tengkorak besar dan lengkap selama dua hari penuh.

"Hasil penelitian ini akan diterbitkan dalam jurnal yang amat penting dan dihormati di luar negeri karena fosil ini sangat penting dalam dunia pengetahuan," ucap Basoglu mengutip pernyataan Juha Saarinen.

Basoglu menyebut penemuan fosil ini menjadi referensi bagi dunia untuk meneliti lebih lanjut terkait hewan purbakala.

"Ini merupakan perkembangan yang sangat esesial bagi kamu dan satu sisi Kayseri akan menjadi pusat paleotologi (ilmu yang mempelajari kehidupan praaksara)," katanya.

Baca juga: Penemuan Gunung Emas di Kongo Dikhawatirkan Bisa Sebabkan Harga Emas Anjlok

Ia juga mengatakan bahwa penelitian terus dilakukan tanpa jeda.

Walikota Buyukkilic menekankan dukungan mereka untuk ilmuwan tersebut dan menyatakan kegembiraannya atas perkembangan terkait fosil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved