Breaking News:

Dr Abdullah Puteh MSi Terpilih Sebagai Ketua Umum GKPPI

Mantan gubernur Aceh yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Ir H Abdullah Puteh MSi terpilih secara aklamasi

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Wakil Ketua Komite II DPD RI, Dr Ir Abdullah Puteh MSi membacakan Deklarasi Ambarawa di pelataran Monumen Palagan Ambarawa, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (11/3/2021) setelah ia terpilih sebagai Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia (GKPPI) 

BANDA ACEH - Mantan gubernur Aceh yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Ir H Abdullah Puteh MSi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Gerakan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia (GKPPI) pada acara Temu Nasional Pelaku Usaha Koperasi Pertanian di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (11/3/2021) siang.

GKPPI merupakan lembaga yang baru dibentuk. Itu sebab, setelah terpilih, peserta dan formatur mendaulat Abdullah Puteh untuk mendeklarasikan gerakan koperasi produsen tersebut. “Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, dengan ini kami nyatakan secara resmi berdirinya Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia,” ujar Abdullah Puteh.

Deklarasi itu dilakukan di tempat bersejarah, yakni di pelataran Monumen Palagan Ambarawa. Karena itu pula, deklarasi tersebut mereka namakan Deklarasi Ambarawa. Palagan Ambarawa meru pakan monumen untuk mengenang pertempuran dramatis yang dipimpin Jenderal Sudirman melawan tentara sekutu yang dimenangkan oleh pasukan Pang lima Besar Sudirman. Sebelum deklarasi dilakukan, temu nasional GKPPI itu memilih tim formatur yang terdiri atas Abdullah Puteh, Muhammad Haris, Andi Faizal Jollong, Nafi s Munandar, Muhammad Said Sidar, Ananta Erwandhyaksa, dan Iriani Bustami. Ketika tim formatur bersidang, mereka sepakat secara aklamasi menunjuk Abdullah Puteh sebagai Ketua Umum GKPPI merangkap ketua formatur.

“Formatur mewajibkan kepada ketua umum terpilih untuk menyelenggarakan Kongres GKPPI dan saya sanggupi,” kata Puteh, Jumat (12/3/2021) malam. Temu Nasional Pelaku Usaha Koperasi Pertanian itu berlangsung tiga hari, 10-12 Maret 2021, dibuka oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili Dirjen Tanaman Pangan, Dr Ir Suwanji dan dibekali sejumlah narasumber. Dalam acara yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Salatiga, Dr Yulanto SE itu puluhan pengurus koperasi dari empat kawasan Indonesia, yakni Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Sumatera hadir. Merekalah yang memilih tim formatur yang berujung pada terpilihnya Abdullah Puteh untuk memim pin organisasi ini.

Abdullah Puteh meng apresiasi kegiatan temu nasional itu sebagai sebuah kesadaran yang muncul di kalangan pelaku koperasi untuk dapat berpartisipasi secara lebih nyata dan lebih luas bagi bangsa dan negara. “Baru 8% masyarakat Indonesia yang tergabung dalam koperasi, sedangkan di Singapura mencapai 50%, “ ujar Wakil Ketua Komite II DPD RI ini.

Dalam Deklarasi Ambarawa yang ia bacakan, ternukil bahwa GKPPI mendukung program pemerintah yang berorientasi kepada pertumbuhan produksi pertanian, ketahanan pangan, dan menghilangkan kesenjangan sosial sehingga mampu mengentaskan kemiskinan dalam waktu yang lebih cepat, mengingat peluang koperasi ini sangatlah besar. Program GPPKI, menurut nya, disusun dengan semangat meningkatkan produksi tanaman pangan, sejalan dengan program pemerintah yang digagas oleh Presiden Jokowi, yaitu pembangunan food estate, baik dalam skala besar maupun skala kecil.

Food estate skala mini di beberapa regional akan men jadi pilot project sekaligus pro gram perdana GKPPI yang segera dilakukan di beberapa wilayah yang lahannya telah tersedia. Mantan ketua umum KNPI itu menegaskan, GKPPI adalah organisasi bisnis para anggota yang tidak berpihak dan tidak terkontaminasi dengan kelompok atau golongan di masyarakat.

“Prinsip koperasi adalah berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah,” imbuh Puteh. Deklarasi Ambarawa yang dibacakan Abdullah Puteh itu, antara lain, terdiri atas poin-poin:  Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional dan menjadi pilihan yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan.  Sistem pengelolaan pertanian perlu hijrah dari pola tradisional ke modern isasi dan industrialisasi.

Diperlukan pula kerja sama semua pihak agar lebih terbangun soliditas dan kebersamaan. Kementerian Pertanian maupun Kementerian Koperasi dan UKM langsung meng apresiasi GKPPI yang baru saja terbentuk dan diketuai oleh Abulah Puteh itu. Menteri Pertanian Syah rul Yasin Limpo kepada awak media mengatakan, mendukung penuh komitmen GKPPI yang siap melakukan akselerasi pertumbuhan koperasi di Tanah Air. Salah satu yang menjadi harap annya adalah digitalisasi dan konektivitas.

“Koperasi harus digitalisasi, tidak ada lagi koperasi bergaya klasik,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengingatkan potensi dan peluang koperasi sangatlah besar jika dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di Tanah Air. Kehadiran GKPPI diha rapkannya akan mengoptimalkan peranan koperasi produsen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (dik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved