Breaking News:

Knalpot Brong

Satlantas Polres Aceh Singkil Gencarkan Sosialisasi Larangan Penggunaan Knalpot Brong

Februari lalu Kasat Lantas Polres Aceh Singkil, Iptu Mulyadi juga sudah sampaikan imbau warga tidak menggunakan knalpot brong atau racing yang tak sta

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok Mulyadi
Spanduk berisi sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong yang dipasang Satlantas Polres Aceh Singkil, Minggu (14/3/2021). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Singkil, gencar melakukan sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong.

Salah satunya dengan memasang spanduk berisi sosialisasi dan imbauan pelarangan menggunankan knelpot brong di lokasi strategis.

Kasat Lantas Polres Aceh Singkil, Iptu Mulyadi, Minggu (14/3/2021) mengatakan, selain sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong pihaknya juga meminta pengendara patuhi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

"Kami melakukan sosialisasi dan himbauan dengan cara memasang spanduk pelarangan menggunankan knalpot brong sesuai pasal 258 ayat 1 di Jalam Umum Subulussalam-Singkil di Kecamatan Gunung Meriah," ujar Kasat Lantas.

Februari lalu Kasat Lantas Polres Aceh Singkil, Iptu Mulyadi juga sudah sampaikan imbau warga tidak menggunakan knalpot brong atau racing yang tak standar.

Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syarat dan Rician Posisi yang Tersedia

6 Juta Sperma akan Dikirim ke Bulan, Ternyata Ini Tujuan Para Ilmuwan

Jelang Ramadhan 1442 Hijriah, Simak Fiqih Puasa Tentang Syarat, Rukun Hingga Sebab Batal Puasa

Sebab mengganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat terutama ketika malam hari.

Selain meresahkan menurutnya knalpot brong acap digunakan oleh pembalap liar.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat segera lapor kepihaknya bila melihat balapan liar.

Pemakaian knalpot sepeda motor ada aturannya. Bila menggunakan knalpot tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan termasuk knalpot brong dapat dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Hal ini sesuai Pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Bunyinya setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved