Breaking News:

Arkeologi

Temuan Benda Gayo Prasejarah Ubah Pandangan Jalur Penyebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori “Out of Taiwan”  menyatakan penutur bahasa Austronesia tiba terlebih dahulu di Filipina sekitar tahun 4500 hingga 3000 SM.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang memimpin tim penelitian arkeologi di Aceh Tengah, Dr Ketut Wiradnyana, MSi, 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Temuan arkeologi dari zaman Gayo Prasejarah di Ceruk Mendale, Ujung Karang, Loyang Pukes di Aceh Tengah telah mengubah pandangan sejumlah ahli tentang pola jalur penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia. Temuan benda-benda budaya Austronesia di Gayo sama tuanya dengan Taiwan dan Filipina.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang memimpin tim penelitian arkeologi di Aceh Tengah, Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si dalam “BincangKopi #3 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (13/3/2021) malam melalui platform Zoom Meeting. Perbincangan dipandu wartawan Serambi Indonesia yang juga penyair, Fikar W.Eda.

Ketut mengatakan, sebelum penelitian Ceruk Mendale, para ahli meyakini nenek moyang bangsa Indonesia berasal Cina bagian selatan, lalu menyebar ke Taiwan, terus ke selatan, sampai di Filipina,  ke Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Teori ini dikenal dengan “Out of Taiwan” dipopulerkan oleh arkeolog  Peter Stafford Bellwood.

Teori “Out of Taiwan”  menyatakan penutur bahasa Austronesia tiba terlebih dahulu di Filipina sekitar tahun 4500 hingga 3000 SM.

Kemudian sekitar tahun 3500 hingga 2000 SM, manusia yang mendiami Filipina melakukan migrasi ke Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Mereka terus menyebar ke Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, Papua bagian Barat, Oseania, hingga Melanesia di Pasifik.

“Peneliti-peneliti kita juga ikut teori ini, bahwa nenek moyang kita berasal dari jalur Taiwan,” ujar Ketut.

Ketut menyebutkan, hasil analisa  karbon dari benda-benda prasejarah di Sulawesi rata-rata 3500. Tapi yang di Gayo, ada berusia  4400, 4900, 5040.

“Ini menunjukkan bahwa budaya Austronesia di Gayo  sudah lebih tua dengan Sulawesi dan  sama tuanya dengan yang di Filipina dan taiwan.

“Jangan-jangan Sumatera salah satu tempat cikal bakal orang orang berbudaya Austronesia di asia negara,” lanjut Ketut Wiradnyana.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved