Breaking News:

Anton Medan Meninggal

Kisah Spiritual Anton Medan, Perampok & Bandar Judi, Keluar Masuk Penjara hingga Masuk Islam

Meninggalnya pemuka agama keturunan Tionghoa ini telah dikonfirmasi oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI)

Editor: Nur Nihayati
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
Anton Medan didampingi kuasa hukumnya, Lukamnul Hakim, melapor ke Sentra Pelayanan Div Propam Polri, Senin (16/9/2013). 

Anton mengungkapkan, dirinya sempat merasakan pahitnya hidup di balik penjara.

Salah satunya, saat kerusuhan 1998, Anton ikut dituduh membakar rumah salah seorang pengusaha. Ia pun dipenjara.

Menurutnya, ada perlakuan sewenang-wenang dari aparat penjaga tahanan di Mapolda Metro Jaya.

Ia mengaku, ada pula tahanan lain yang tak pernah diperiksa hingga tak jelas masa tahanannya.

Ia lantas membandingkan keresahan para tahanan di Mapolda Metro Jaya seperti yang terjadi pada narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan.

"Hanya saja, waktu itu kami memprotes soal KUHAP karena petugas maupun pelakunya tidak ada yang tahu kapan masa tahanannya selesai.

Bahkan, ada petugas yang bilang kalau mau cepat pulang, mending lompat tembok. Akhirnya, pemberontakan pun dilakukan dengan membakar tahanan di Polda Metro. Saya termasuk salah satu pelakunya karena penegak hukum yang tidak beres," kata dia.

Penjara Bukan Akhir Segalanya

Anton Medan sempat memberikan ceramah saat mengunjungi Masjid Attaubah, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru, Kota Malang, Rabu 24 Juli 2013 silam

Ia menegaskan bahwa penjara bukan akhir dari segalanya bagi narapida.

sebagai penghuni penjara tidak perlu berkecil hati.

Sebab lebih banyak orang jahat yang ada di luar penjara, mulai dari Istana hingga ke jalanan. Namun mereka belum apes saja sehingga tidak masuk ke penjara.

“Kita yang di dalam penjara ini kan yang sudah apes, sementara banyak pejabat di luar sana yang belum apes seperti kita,” ujar Anton, disambut tepuk tangan dan tawa dari para napi.

Anton menegaskan, agar napi tidak berkecil hati selama di dalam penjara.

Menurutnya, banyak tokoh besar yang dilahirkan dari penjara. Dia mencontoh tokoh Buya Hamka, Nelson Mandela dari Afrika Selatan maupun Xanana Gusmao dari Timor Leste.

Tokoh-tokoh tersebut mau berubah di dalam penjara, dan saat keluar penjara menjadi sosok baru.

Anton juga mencontohkan dirinya sendiri, yang sudah pernah di penjara selama 18 tahun tujuh bulan di 17 penjara berbeda.

Namun selama di penjara mau belajar agama, dan mau berubah dari kehidupan lama.

“Mohon ampunan kepada Allah, pasti dosa kita diampuni-Nya. Jangan lupa belajar agama selama di penjara, agar kita mendapatkan hidup yang baru,” ucapnya.

Sudah Siapkan Liang Lahat Sejak Tahun 2017

Anton Medan rupanya sudah menyiapkan liang lahat untuk dirinya jika nanti meninggal dunia.

Liang lahat yang disiapkan Anton Medan berada di Pondok Pesantren Attaibin yang berlokasi di Kampung Bulak Rata RT 2/8, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ponpes itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhir lelaki berusia 61 tahun tersebut.

Pria pemilik nama Tionghoa, Tan Kok Liong (61) sejak dulu memang bercita-cita membangun sebuah pondok pesantren bagi mualaf Tionghoa dan mantan narapidana yang ingin belajar agama.

Pada tahun 2002 cita-citanya pun terwujud membangun sebuah pondok pesantren.

Namun, saat itu yang pertama kali dibangun oleh Anton Medan yakni kuburan yang akan menjadi tempat peristirahatan akhirnya.

"Yang pertama dibangun pertama oleh Bapak (Anton Medan) kuburannya dulu, terus dilanjutin ngebangun pondok pesantren," kata Deni Chunk (41) pengurus Pondok Pesantren Attaibin saat ditemui TribunnewsBogor.com.

Lokasi yang nantinya menjadi tempat pemakanam Anton Medan itu pun berada tepat di sebelah kanan Masjid Tan Kok Liong yang didesain dengan gaya bangunan Tionghoa.

Meninggal Dunia

Anton Medan meninggal dunia hari ini, Senin 15 Maret 2021 di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kabar duka tersebut mulanya beredar melalui Twitter yang dikicaukan oleh pemilik akun @anditoaja.

"inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Ketua Umum PITI Bpk. H Ramdhan Effendy/Anton Medan, pada hari Senin 15 Maret 2021, pukul 14.50 WIB di kediamannya di Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya. Mohon doa & Al-Fatihah."

Meninggalnya pemuka agama keturunan Tionghoa ini telah dikonfirmasi oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra, Senin (15/3/2021).

Ipong juga menjelaskan penyebab Anton Medan meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya.

"Iya benar, karena stroke dan diabetes," ujar Ipong seperti dilansir dari artikel Kompas berjudul "Anton Medan Meninggal Dunia"

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Anton Medan Meninggal Dunia Hari Ini, Mantan Preman yang Keluar Masuk Penjara Hingga Hijrah

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Perjalanan Spiritual Anton Medan, Perampok & Bandar Judi, Keluar Masuk Penjara hingga Masuk Islam,

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved