Breaking News:

Internasional

Pengadilan Militer Yaman Tetap Tuntut Para Pemimpin Milisi Houthi, Terutama Abdul Malik Al-Houthi

Pengadilan militer Yaman menggelas persidangan sesi ke-14 dalam penuntutan tokoh Houthi, Abdul-Malik Al-Houthi dan para pemimpin lainnya.

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Wakil Iran, Hasan Irlu, (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Houthi, Hesham Sharaf Abdallah di Sanaa, Yaman pada Oktober 2020. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pengadilan militer Yaman menggelas persidangan sesi ke-14 dalam penuntutan tokoh Houthi, Abdul-Malik Al-Houthi dan para pemimpin lainnya.

Milisi yang didukung Iran itu didakwa terlibat dalam berbagai kasus kriminal.

Pengadilan Marib sedang mendengarkan dakwaan terhadap kepemimpinan Houthi karena melakukan kudeta militer terhadap sistem republik dan otoritas hukum dan konstitusional.

Juga menjadi mata-mata negara asing (Iran) dan melakukan kejahatan militer dan perang, lapor kantor berita negara Saba, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Milisi Houthi Harus Diminta Pertanggungjawaban Atas Kematian Migran Afrika

Sidang mendengar kesaksian dari para saksi termasuk direktur kantor hak asasi manusia di Marib.

Dia bersaksi tentang pelanggaran mengerikan yang dilakukan oleh milisi Houthi, serta menerima bukti dari pengacara penuntut.

Tentang serangan roket Houthi, ranjau darat, granat dan bahan peledak yang digunakan untuk menargetkan warga sipil di Marib.

Penuntutan menuntut hukuman terberat terhadap para pemimpin Houthi, yaitu eksekusi sebagai penjahat perang.

Baca juga: Milisi Houthi Gempur Arab Saudi, Drone Berhasil Dihancurkan Sebelum Capai Target

Sebuah rudal balistik Houthi sebelumnya menghantam pasar di Marib, menewaskan 11 warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak.

Hanya beberapa jam setelah Utusan Khusus PBB Martin Griffiths menyerukan gencatan senjata di Yaman, kata menteri informasi, Muammar Al-Eryani.

Milisi juga membunuh enam warga sipil lainnya di distrik Hays di Hodeidah dan membunuh tiga warga sipil lainnya dengan menembaki desa-desa di Taiz, tambahnya.

Al-Eryani telah meminta masyarakat internasional dan Utusan Khusus PBB untuk mengutuk kejahatan harian tanpa henti yang berfokus pada perempuan dan anak-anak sebagai target pilihan.

Baca juga: Negara Teluk Bersatu Mendukung Arab Saudi, Cegah Serangan Milisi Houthi Dukungan Iran

Dewan Menteri GCC mengutuk keras serangan konstan milisi Houthi di Yaman, serta Arab Saudi.

Juga telah menuntut komunitas internasional untuk campur tangan guna menghentikan aksi teroris kelompok tersebut.

Dewan juga mengecam pembakaran pusat penahanan di Sanaa baru-baru ini yang dilakukan oleh milisi yang menampung para migran Afrika, dan membunuh sejumlah besar imigran Ethiopia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved