Breaking News:

Opini

Kedermawanan Manifestasi Kesalihan Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain karena mustahil hidup sendirian tanpa bekerjasama apalagi di era globalisasi

Kedermawanan Manifestasi Kesalihan Sosial
IST
Dr. Zaki Fuad, M.Ag, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry

Oleh Dr. Zaki Fuad, M.Ag, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry

Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain karena mustahil hidup sendirian tanpa bekerjasama apalagi di era globalisasi. Relasi kemanusiaan ini dimaksudkan untuk pemenuhan segala kebutuhannya. Alquran dan hadis memberikan solusi menghadapi aneka musibah kemanusiaan termasuk covid-19.

Alquran menggunakan empat istilah kedermawanan, yaitu al-barru atau al-birru, al-ihsan, al-khairu, dan al-karam. Keempat kosa kata ini mengacu makna kedermawanan yang utuh dan saling menyempurnakan  sebagai ruh tanggung jawab sosial umat. Al-ihsan di dalam Alquran dengan segala perubahan bentuk tashrif (pola kata)-nya diulang 72 kali dalam berbagai surah dan ayat.

Menurut Raghib al-Asfahani, al-ihsan mengandung dua pengertian. Pertama, al-ihsan adalah memberikan kenikmatan kepada pihak lain. Kedua, al-ihsan adalah seseorang melakukan perbuatannya dengan sebaik-baiknya. Manifestasi perbuatan al-ihsan bemakna melakukan suatu perbuatan berkualitas karena skill dan kompetensinya untuk dipersembahkan kepada kemanusiaan.

Alquran berpesan hakikat makna al-ihsan (kedermawanan dan kebaikan yang sempurna) sebagai berikut. 1). Tidak ada balasan al-ihsan kecuali kebaikan yang sempurna (QS al-Rahman/60). Pengulangan kata al-ihsan dua kali menurut mufassirin mengandung makna tidak ada balasan amal salih kecuali penganugerahan yang baik pula. (2) Perbuatan al-ihsan kembali kepada diri sendiri. Jika kamu berbuat baik (berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian akibat kejahatan) itu untuk dirimu sendiri (QS al-Israk/7).

Menurut mufassirin manfaat perbuatan ihsan, kata al-Sa'di kembali kepada kamu yang melakukannya, bukan hanya di akhirat, tetapi juga semenjak di dunia. Al-Qurthubi menulis manfaat kebaikan kamu kembali kepada dirimu sendiri dan akibat kejahatan kamu untuk dirimu juga. (3) Perbuatan al-Ihsan itu tidak sia-sia. Allah swt

berfirman "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan (QS Hud/115). Kebaikan atau kedermawanan sempurna harus dilakukan dengan ikhlas sebagai ibadah, sabar, dan berkesinambungan. (4) Kasih sayang Allah dekat kepada pelaku al-ihsan. Di dalam surah al-A'raf/56, firman Allah yang maksudnya "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan dengan baik). Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebajikan".

Ayat ini bermakna janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi karena Allah telah menciptakannya dalam keadaan harmonis, serasi, dan memenuhi kebutuhan segala makhluk hidup. Allah telah menjadikannya baik, bahkan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memperbaiki dan menjaga kelestarian alam semesta sebagai salah satu manifestasi manusia pelaku ihsan.

Di dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang sangat terkenal dialog Rasulullah dengan Malaikat Jibril tentang makna iman, Islam, dan ihsan. Al-ihsan adalah beribadah dengan merasakan kehadiran Allah swt dalam semua episode kehidupan kita meskipun kita tidak

dapat melihatnya secara kasat mata tetapi yakinilah pasti Allah mengetahuinya. Pada waktu yang sama muncul pada dirinya motivasi untuk berbagi dan peduli kepada sesama secara al-ihsan, yakni memberikan kenikmatan kepada pihak lain, terutama yang membutuhkan guna mempertahankan hidup mereka di samping meningkatkan kualitas kehidupan mereka dalam keadaan sulit.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved