Breaking News:

PNA

Sekjen PNA Mengaku Lega Semua Pimpinan DPRK dari PNA Sudah Dilantik

Sebelumnya, ada enam pimpinan DPRK dari PNA hasil pemilu legislatif (pileg) tahun 2019 tidak bisa dilantik dan sempat terkantung-katung akibat dualis

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Sekjen DPP PNA, Miswar Fuady SH. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Miswar Fuady mengucapkan syukur dan mengaku lega setelah semua pimpinan DPRK dari PNA periode 2019-2024 berhasil dilantik.

"Ini adalah bukti bahwa kesepakatan untuk kembali ke hasil Kongres I PNA tahun 2017 sudah terbukti untuk mengakhiri kemacetan administrasi dan semata-mata untuk menyelamatkan PNA," kata Miswar kepada Serambinews.com, Jumat (19/3/2021).

Sebelumnya, ada enam pimpinan DPRK dari PNA hasil pemilu legislatif (pileg) tahun 2019 tidak bisa dilantik dan sempat terkantung-katung akibat dualisme kepengurusan partai tersebut.

Keenam pimpinan DPRK tersebut yaitu Amiruddin selaku Ketua DPRK Aceh Selatan, Irwanto NP selaku Wakil Ketua I DPRK Aceh Jaya, Syarifuddin selaku Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Daya.

All England 2021 - Tanpa Indonesia, Ini Pebulutangkis yang Lolos dan Jadwal Babak Perempat Final

Lowongan Kerja Kemenko Perekonomian, Gaji Rp 5,5 Juta Per Bulan, Ini Syaratnya

Selanjutnya, H Safriadi SH selaku Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Suhaimi Hamid selaku Wakil Ketua DPRK Bireuen dan terakhir dilantik Misbahul Munir ST selaku Wakil Ketua III DPRK Aceh Utara pada Kamis (18/3/2021).

Sekjen PNA, Miswar Fuady mengakui akibat adanya dualisme kepengurusan partai banyak pihak yang dirugikan, terutama kader partai yang terpilih sebagai pimpinan DPRK pada pileg 2019 karena tidak bisa dilantik.

Seperti diketahui, PNA terpecah setelah digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) pada tahun 2019 di Bireuen menggantikan Irwandi Yusuf. Sebelum dipecat, Miswar juga menjabat Sekjen dikepengurusan PNA versi Irwandi.

Hasil KLB menetapkan Samsul Bahri alias Tiyong sebagai ketua umum (ketum) dan Miswar Fuady sebagai Sekjen. Kepengurusan PNA hasil KLB kemudian didaftarkan ke Kemenkumham Aceh.

Namun dalam perjalanan, pada 23 November 2020 Miswar Fuady melakukan manuver dengan kembali bergabung dengan kepengurusan Irwandi. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak.

Tapi Miswar memiliki alasan yaitu untuk menyelamatkan partai dan mengakhiri kemacetan administrasi sehingga semua pimpinan DPRK dari PNA yang diraih pada pileg 2019 bisa dilantik.

"Alhamdulillah, semua pimpinan DPRK dari PNA dilantik. Ini membuktikan bahwa apa yang saya lakukan selama ini semata-mata untuk menyelamatkan partai dan orang banyak, bukan kepentingan pribadi," tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved