Breaking News:

Salam

Anak Itu Amanah,Wajib Merawatnya

Apabila salah dalam mendidik anak-anak kita, maka masa depannya pun akan menjadi suram alias tidak ada arah yang jelas

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr Tgk H Muhammad AR MEd, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KP2A) Aceh 

Anak itu amanah dari Sang Pencipta, maka kita sebagai orang tua wajib menjaga dan merawat mereka. Apabila salah dalam mendidik anak-anak kita, maka masa depannya pun akan menjadi suram alias tidak ada arah yang jelas.

Sesungguhnya Islam mengajarkan setiap muslim untuk merawat anak‑anak mereka. Islam memberi tuntunan yang sangat jelas bagaimana cara merawat anak sehingga kelak mereka akan selamat di dunia dan juga akhirat.

Allah sendiri tidak akan menyayangi orang‑orang yang tidak sayang terhadap anaknya sendiri. "Pengertian sayang terhadap anak yang dimaksud adalah memberikan ilmu bukan sekadar harta," demikian ditegaskan Prof Dr Tgk H Muhammad AR MEd, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KP2A) Aceh, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Banda Aceh, Rabu (17/3/2021) malam.

Tgk Muhammad mengutip hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Orang yang penyayang itu bukan hanya menyayangi dirinya sendiri, tetapi mereka yang menyayang dirinya dan orang lain."

Dalam kesempatan itu, Tgk Muhammad mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, butuh pengawasan ketat dari keluarga dan lingkungan untuk meminimalisir hal tersebut.

Selain faktor pendidikan, kata Tgk Muhammad, pengaruh globalisasi dan teknologi juga menjadi pemicu kekerasan dan pencabulan terhadap anak‑anak di Aceh.

Selama ini banyak orangtua yang lalai mengawasi buah hati mereka lantaran terlalu fokus terhadap urusan duniawi. Padahal, perkembangan teknologi yang pesat juga dapat menjerumuskan anak menjadi korban atau berperilaku negatif. "Anak itu seperti kertas putih, siapa yang mengotori anak? Orang tua dan lingkungan," kata Muhammad lagi.

Untuk itu dia berharap kepada orang tua untuk tidak memarahi anak‑anak mereka ketika melakukan kesalahan. Namun, orang tua perlu instropeksi diri dengan sering meminta ampunan kepada Allah Swt. Muhammad kemudian mengatakan perilaku anak merupakan cerminan daripada sifat orang tua mereka. Hal inilah yang kemudian di Aceh dikenal tamsilan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Lebih lanjut Muhammad mengatakan pelaku kekerasan terhadap anak seringkali dilakukan oleh orang terdekat dan yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. Dia mencontohkan beberapa kasus kekerasan terhadap anak di Aceh yang dilakukan ayah tiri korban.

Sayangnya seringkali ibu korban memilih diam dalam kasus‑kasus seperti itu lantaran takut tidak lagi mendapat nafkah. Hal ini sangat mengecewakan karena sang ibu justru mengorbankan masa depan sang anak. Kasus-kasus seperti ini mestinya tidak terulang lagi.

Lepas dari berbagai kasus yang sering mucul ke permukaan, juga kita sering melihat ada orang tua yang sepertinya membuat ikatan kontrak kerja dengan anak-anak mereka sendiri. Misalnya, ada orang tua yang terlalu menuntut lebih kepada anak-anak mereka untuk bisa mengembalikan apa saja yang telah mereka keluarkan selama ini.

Sekilas ini memang tidak salah. Akan tetapi kondisi ini akan membuat si anak terbebani sehingga bisa saja mereka melakukan hal-hal yang tidak semestinya hanya demi membahagiakan orang tuanya.

Padahal, dengan mendidik anak secara benar sesuai tuntunan agama maka bisa dipastikan kelak si anak otomatis akan berbakti kepada kedua orang tuanya tanpa diminta. Sebab, baik si anak maupun orang tua akan sama-sama merasa sangat bahagia jika mereka bisa membahagiakan orang-orang yang mereka cintai. Begitu!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved