Breaking News:

Harga Bawang Putih Bergerak Naik

Jelang bulan Ramadhan1442 Hijriah, harga sejumlah barfang komoditas mulai bergerak naik

SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Pedagang eceran di pusat pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya menimbang bawang putih 

BANDA ACEH - Jelang bulan Ramadhan1442 Hijriah, harga sejumlah barfang komoditas mulai bergerak naik. Salah satu bahan yang bergerak naik adalah bawang putih. Hal itu dibenarkan pedagang di Pasar Induk Lambaro, Adly Zainun.

Dikatakan, kenaikan harga bawang putih tiga pekan menjelang bulan puasa cukup signifikan. “Jika sebelumnya harga bawang putih Rp 370.000/goni (29 kg), kini harganya Rp 410.000/goni,” jelasnya kepada Serambi, Jumat (19/3/2021)

Naiknya harga bawang putih di Pasar Induk Lambaro saat ini disebabkan setok di Medan mulai menipis. Apalagi bawang putih yang disetok di Medan diimpor dari Thailand dan Cina.

Meski terjadi kenaikan signifikan pada bawang putih, namun untuk komoditi lain harga cenderung stabil dan ada juga yang turun. Untuk kacang kuning, harganya tetap stabil Rp 500.000/sak (50 kg), sedangkan kacang tanah harganya bergerak naik dari Rp 24.500 menjadi 25.500/kg.

Untuk harga tebus telur ayam ras di tingkat penyalur di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar dan Pasar Peunayong Banda Aceh terus mengalami penurunan. Penurunan sebesar Rp 5.000 per ikat dari Rp 330.000 menjadi Rp 325.000.

“Harga tebus telur ayam ras minggu ketika bulan Maret ini menurun terus, karena produsen telur di Medan, saat ini sedang banting harga, untuk mendorong daya beli telur dari berbagai daerah yang sedang lesu, termasuk di Aceh,” kata Adly.

Hal senada juga disampaikan Ramli, pedagang sembako di Pasar Peunayong. Ia mengatakan, produsen telur sengaja menurunkan harga tebus untuk pembelian partai besar, agar pedagang di daerah memesan telur. Apalagi pesanan dari berbagai daerah cukup rendah.

Sementara untuk gula pasir harga ecerannya tetap stabil Rp 13.000/kg, begitu juga tepung terigu dari berbagai merek harganya berkisar Rp 7.000-Rp 9.000/kg. Untuk beras, harganya juga masih relatif stabil. Beras lokal seperti beras Blangbintang, Indrapuri dan Tangse, untuk kualitas medium dijual eceran dengan harga Rp 145.000-Rp 150.000/sak (15 kg). Sedangkan beras kualitas premium Rp 155.000-Rp 160.000/sak. “Stoknya ditingkat penyalur juga masih cukup banyak, karena di beberapa daerah sedang panen padi,” ujar Ramli.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved