Breaking News:

'Sayang yang Lain, Banyak Terlibat Tokoh-tokoh'

Kuasa hukum owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar, yang dihubungi Serambi kemarin membenarkan bahwa dua kliennya telah ditahan oleh pihak penyidik

Editor: bakri
SERAMBI/SUBUR DANI
Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, bersama Kabid Humas, Kombes Pol Winardy, memperlihatkan barang bukti berupa mobil yang disita dari pemilik Yalsa Boutique di Mapolda Aceh, Kamis (25/2/2021). 

Kuasa hukum owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar, yang dihubungi Serambi kemarin membenarkan bahwa dua kliennya telah ditahan oleh pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh, Jumat (19/3/2021). Sebelum ditahan, Mukhlis mengaku sempat mendampingi mereka berdua hingga kemudian ditahan karena menurut polisi sudah memenuhi alat bukti untuk dilakukan penahanan.

"Semalam ditahan, kemarin saya dampingi setengah hari. Rupanya setelah itu ditahan. Dilakukan penahanan dan juga penggeledahan. Karena menurut polisi sudah cukup alat bukti," kata Mukhlis Mukhtar.

Mukhlis Mukhtar sendiri awalnya sempat menawarkan penyelesaian kasus tersebut secara restorative justice, sebuah penyelesaian masalah yang bersifat keadilan bagi semua. Karena menurut dia, peristiwa itu bukan tindak pidana konvensional melainkan tindak pidana ekonomi yang merugikan orang lain.

"Saya tawarkan sesuai ilmu hukum, diselesaikan secara restorative justice. Keadilan bagi semua," ujarnya.

Jika dilakukan proses hukum, lanjut Mukhlis, dia khawatir kasus ini cukup berdampak karena menurutnya banyak pihak yang terlibat. "Sayang yang lain karena banyak yang terlibat tokoh-tokoh, sebagai komponen masyarakat dan komponen strategis, polisi, TNI, PNS, dan lain-lain," sebut Mukhtar.

Terkait penahanan kliennya itu karena polisi menganggap sudah melengkapi alat bukti, Mukhlis menilai itu belum tepat.

"Terlepas polisi sudah berpendapat sudah ada alat bukti, justru menurut kami belum. Kami lebih melihat pada unsur delik. Kalau yang dituduhkan perusahaan tanpa izin, mengumpulkan dana masyarakat, itu kan perlu diskusi. Mereka ada ahli, ya kami ada ahli juga," pungkas Mukhlis Mukhtar lagi.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved