Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Pesawat Penumpang Murah, Air Arabia Optimis Akan Berjalan Normal Lagi Mulai Musim Panas Ini

Maskapai penerbangan murah Timur Tengah Air Arabia optimis dengan periode perjalanan musim panas tahun ini.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pesawat penumpang murah, Air Arabia di bandara Dubai, Uni Emirat Arab. 

SERAMBINEWS.COM, RAS AL KHAIMAH - Maskapai penerbangan murah Timur Tengah Air Arabia optimis dengan periode perjalanan musim panas tahun ini.

Bahkan, mengharapkan lebih banyak perbatasan dibuka kembali karena lebih banyak orang yang diinokulasi untuk melawan virus Corona.

Dilansir ArabNews, Senin (22/3/2021), ketidakpastian tetap ada selama musim yang akan datang dengan pandemi yang terus berlanjut.

Beberapa pemerintah mengatakan masih terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan perbatasan yang telah berdampak buruk pada maskapai penerbangan.

Baca juga: Pesawat Boeing 757 Berlapis Emas Miik Donald Trump Teronggok di Bandara New York

"Saya mengharapkan subjek musim panas yang baik dengan fakta bahwa kami tidak dihantam kejutan gelombang ketiga atau semacamnya," kata Chief Executive Air Arabia, Adel Ali kepada wartawan di Dubai.

“Tentu orang tidak akan pergi liburan jika harus karantina selama dua minggu tapi jika buka mereka akan melakukannya,” ujarnya.

Ali mengatakan pemulihan Timur Tengah pada awalnya akan didorong oleh perjalanan regional dan jarak pendek.

Tetapi, permintaan terpendam untuk mengunjungi teman dan keluarga dan pergi berlibur.

Perjalanan bisnis akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, katanya.

Baca juga: Ukraina Tuduh Iran Sembunyikan Fakta, Pesawat Penumpang Negaranya Jatuh

Ali mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah maskapai tersebut akan kembali ke profitabilitas tahun ini.

Setelah melaporkan kerugian 192,1 juta dirham (52,30 juta dolar AS pada tahun 2020.

Namun, maskapai penerbangan itu menghasilkan keuntungan kuartal keempat sebesar 20 juta dirham.

“Kami merasa nyaman sebagai bisnis yang dapat melewati pandemi ini, selama itu membutuhkan, dan keluar dari situ dalam posisi yang sangat baik dan kuat,” katanya.

Ali mengatakan maskapai saat ini tidak memiliki rencana untuk menambah hutang tetapi diskusi dengan pemerintah UEA tentang bantuan negara terus berlanjut.

Baca juga: PBB Sebut Pejabat Iran Harus Didakwa Atas Penembakan dengan Rudal Pesawat Penumpang Ukraina

“Permintaan telah diajukan untuk dukungan jika perlu. Kebutuhan itu belum terjadi. Perusahaannya baik-baik saja, ”kata Ali.

Dia menambahkan maskapai tersebut tidak berencana untuk mengubah pesanan pesawat atau rencana pengiriman dengan Airbus.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved