Breaking News:

Otomotif

China Larang Mobil LIstrik Tesla Masuk Pangkalan Militer, Dituduh Sebagai Mata-mata AS

Pemerintah China ternyata lebih mengutamakan mobil lisrik buatan perusahaannya sendiri. Akibat kebijakan itu, mobil listrik Tesla asal AS dilarang

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Mobil listrik Tesla Model 3 di pabrik Shanghai China. 

Dalam China Development Forum, pertemuan bisnis tingkat tinggi diselenggarakan oleh sebuah yayasan di bawah Dewan Negara China, Musk mendesak saling percaya lebih besar antara dua ekonomi terbesar di dunia ini.

Baca juga: Pabrikan Jerman, VW Ingin Percepat Kendaraan Listrik, Ingin Kalahkan Mobil Lisrik Tesla

Di China, pasar mobil terbesar di dunia dan medan pertempuran utama untuk kendaraan listrik (EV), Tesla menjual 147.445 kendaraan tahun lalu, 30% dari total penjualan globalnya.

Namun, kembali menghadapi lebih banyak persaingan pada tahun ini dari rival domestik dari Nio Inc hingga Geely.

Musk telah membuat beberapa penampilan terkenal di China.

Baca juga: Indonesia Akan Terus Membujuk Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik

Di mana Tesla memproduksi serta menjual EV.

Pada 2019, dia membahas Mars dan kecerdasan buatan dengan pendiri Alibaba, Jack Ma.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "China Larang Penggunaan Mobil Tesla di Fasilitas Militer, Begini Tanggapan Elon Mus"

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved