Breaking News:

Berita Aceh Utara

Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Pengancaman Terhadap Penjual Obat Kuat yang Berujung Meninggal

Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Pengancaman Terhadap Penjual Obat Kuat yang Berujung Meninggal

For: Serambinews.com
Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Penyidikan kasus pengancaman terhadap penjual obat di Keude Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara yang berakibat korban meninggal dunia pada akhir tahun 2020 lalu dihentikan.

Karena hasil diagnosa dokter, tersangka mengalami gangguan jiwa sehingga secara hukum dianggap tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diberitakan sebelumnya, penghujung 2020 lalu, Aceh Utara sempat dihebohkan kasus pengancaman terhadap penjual obat kuat yang berujung meninggal. 

Baca juga: Tilang Online Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Jenis Pelanggaran yang Diincar dan Besaran Denda

Kasus tersebut terjadi pada Kamis (31/12/2020) sekira pukul 15.30 WIB di sebuah toko kawasan Keudee Sampoenit Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara

Penjual obat, Abdurrahman (72) yang sore itu berada di tokonya, tiba-tiba didatangi seorang pria, Nurdin alias Sidin (47) asal Desa Seumatang Aron Kecamatan Nurussalam Aceh Timur. 

Pria tersebut mengancam membacok korban dengan pisau, dengan alasan korban menipu dirinya.

Sebab obat kuat yang dibeli pada korban beberapa waktu lalu tidak berkhasiat. 

Baca juga: Hendak Bimtek Ke Lombok, Ratusan Kepala Desa dan BPK Aceh Tenggara Telantar di Bandara Kualanamu

Baca juga: Kisah Adnan Ganto Ditawari Jadi Penasihat Menteri Pertahanan RI

Kemudian pria tersebut mengambil pisau di bagasi sepeda motornya dan mengacung ke arah korban sambil mengancam membunuh korban.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi SE menyebutkan hasil dari pemeriksaan medik psikiatrik di RS Jiwa Banda Aceh, tersangka tersebut dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

"Setelah sempat diobservasi, tersangka dinyatakan mengalami gangguan jiwa psikotik dengan diagnosis skizoafektif tipe manik," ujar AKP Fauzi, Selasa (23/3/2021).

Tingkah laku tidak terkendali berupa tindakan pengancaman berhubungan erat dengan terganggunya fungsi mental secara keseluruhan.

"Untuk itu, Nurdin (tersangka) telah serahkan pada pihak keluarga pada 19 Maret 2021 lalu di Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. (*)

Baca juga: Rudal Supersonik AntiKapal Milik China, Musuh Cuma Punya Waktu 10 Detik Mencegatnya

Penulis: Jafaruddin
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved