Breaking News:

Opini

Belajar Etika dari Corona

Corona virus desease 2019 (Covid-19) yang merebak awal tahun 2020 dan kini sudah menyerang ratusan negara adalah satu pandemi berbahaya

Dr. Rita Khathir, S,TP., M.Sc, Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah 

Oleh Dr. Rita Khathir, S,TP., M.Sc, Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah

Corona virus desease 2019 (Covid-19) yang merebak awal tahun 2020 dan kini sudah menyerang ratusan negara adalah satu pandemi berbahaya. WHO mendefinisikan pandemi sebagai epidemi (wabah) yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional, biasanya memengaruhi sejumlah besar orang.

Covid-19 telah sah menjadi pandemi karena semua syaratnya telah dipenuhi, yaitu (1) timbulnya penyakit Covid-19 merupakan suatu hal baru pada populasi, (2) agen penyebab penyakit covid-19 menginfeksi manusia dan menyebabkan sakit serius bahkan kematian dalam waktu cepat, dan (3) agen penyebab penyakit covid-19 menyebar dengan mudah dan berkelanjutan pada manusia, terutama sekali melalui kontak fisik seperti berjabatan tangan, berpelukan, bahkan melalui udara apabila berbicara dalam jarak kurang dari 1 m.

Covid-19 telah menelan banyak korban, dan diprediksikan akan menjadi penyebab kematian manusia terbesar di era ini. Di Indonesia, per tanggal 18 Maret 2021, jumlah korban yang meninggal karena Covid-19 mencapai 38.915 jiwa. Sementara itu total penduduk dunia yang telah meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat 2.679.007 jiwa. Sampai saat ini, jumlah petambahan kasus di Indonesia masih di angka 5.000 jiwa per hari.

Penyebabnya adalah mekanisme penyebaran Covid-19 yang sangat mudah dan cepat dari seorang penderita, bahkan penderita tanpa gejala yang sangat sulit dideteksi, Orang Tanpa Gejala (OTG).

Social distancing yang terabaikan menjadi pemicu semakin hebatnya penyebaran covid-19. Covid-19 diketahui menyerang orang yang lebih tua di atas 75 tahun dengan tingkat kematian 48,7%, umur 45-74 tahun dengan tingkat kematian 47,3%, umur 18-44 tahun dengan tingkat kematian 3,9%, dan anak-anak dengan tingkat kematian 0,09%. Hal yang memicu orang-orang berusia dewasa untuk terpapar lebih parah oleh Covid-19 adalah karena sifat virus ini yang mampu membangkitkan penyakit-penyakit bawaan yang ada seperti diabetes, asma, jantung, ginjal, paru-paru, kanker, liver, dan lain sebagainya.

Data juga menunjukkan bahwa kematian laki-laki akibat Covid-19 sebesar 62% atau dengan kata lain lelaki 2x lipat lebih rentan terpapar Covid-19 dibandingkan perempuan.

Dalam sejarah pandemi, Covid-19 bukanlah wabah pertama. Sebelumnya telah ada wabah penyakit pes. Pada tahun 541 M, wabah ini yang dikenal dengan nama Wabah Justinian, mulai merebak di Mesir sampai ke Konstantinopel dengan puncak kematian 10.000 jiwa per hari.

Wabah ini dipercaya mematikan hamper 25% populasi di wilayah Mediterania Timur di masa itu. Pada tahun 1348 M, wabah pes kembali menerjang Eropa dan membunuh hampir 20 juta jiwa. Kota terparah dilanda wabah ini telah kehilangan hampir 50% penduduknya di kala itu.

Selanjutnya pernah ada wabah kolera. Dalam kurun waktu 1816-1966, pandemi kolera menyerang beberapa negara dalam waktu yang berbeda. Jutaan korban juga meninggal dalam wabah kolera ini. Di era pendudukan Belanda di Aceh, wabah ini juga pernah menyerang sehingga banyak pejuang Aceh yang meninggal karenanya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved